kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Mulai 1 Januari 2020, BKPM berkomitmen menjemput calon investor di bandara


Selasa, 19 November 2019 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan selangkah lebih maju dalam menerapkan strategi penjemputan investor. Bukan hanya kiasan, tetapi aksi yang akan dilakukan adalah menjemput investor langsung ke bandara.

Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, strategi ini akan mulai diimplementasikan per 1 Januari 2020. Untuk memperkokoh strategi, BKPM juga akan membentuk satuan tugas (satgas) yang tergabung dalam tim pelayanan.

Baca Juga: Terpopuler: Otoritas pajak kalah di persidangan, 59 investor China tertarik ke Jateng

"Nanti setiap investor baik dari dalam maupun dari luar negeri yang akan bertemu dengan BKPM pusat, akan kami jemput langsung di bandara. Kami akan layani mereka karena investor adalah raja," kata Bahlil pada Senin (18/11) di Jakarta.

Bahlil pun mengaku akan menghibahkan mobil Alphard untuk menjemput para investor, mengajak keliling Jakarta, bahkan akan menanggung biaya makan. Ini merupakan strategi untuk membuat nyaman investor dan strategi untuk bisa membuka gerbang diskusi.

Namun, Bahlil mengatakan bahwa itu tidak bisa mendadak. Calon investor yang akan datang ke Indonesia wajib memberitahukan kepada BKPM Pusat minimal empat hari atau tiga hari sebelum kedatangan.

Baca Juga: Ganti nama jadi Wilton Makmur Indonesia, ini rencana bisnis Renuka Coalindo (SQMI)

Bahlil yakin bahwa hal itu bisa membuahkan hasil. Ia pun mengambil contoh ada sebanyak 59 investor asal Shandong, China yang memberikan sinyal positif untuk berinvestasi di Jawa Tengah dengan nilai investasi sebesar US$ 2 miliar setelah dijemput dan diperlakukan dengan baik.

"Kami mau patahkan keluhan selama ini kalau BKPM tidak mau urus investasi dengan baik. Dengan adanya strategi ini, kami tunjukkan bahwa Indonesia ramah investasi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×