kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Menteri PKP Temui Gubernur BI, Bahas Percepatan Program 3 Juta Rumah


Jumat, 02 Oktober 2026 / 16:53 WIB
Menteri PKP Temui Gubernur BI, Bahas Percepatan Program 3 Juta Rumah
ILUSTRASI. Pemerintah Targetkan Timeline Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatra Rampung Awal Juni 2026 (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menemui Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk mendorong percepatan dan penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi sektor perbankan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

Maruarar mengatakan penguatan kebijakan likuiditas perbankan diperlukan untuk meningkatkan pembiayaan perumahan, terutama melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Realisasi pembiayaan perumahan saat ini mencapai Rp68 triliun dengan total 115.927 unit, sehingga kami meminta dukungan penguatan kebijakan dan riset dari Bank Indonesia," ujar Ara sapaan akrab Maruarar di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Gantikan Qodari, Syahganda Nainggolan Resmi Dilantik Jadi Kepala Bakom

Ara mengatakan Presiden Prabowo meyakini sektor perumahan mampu menggerakkan perekonomian secara masif karena memiliki ekosistem yang luas. 

Ekosistem tersebut mencakup tukang, kontraktor, developer, perbankan, arsitek, sopir dan kenek truk, hingga toko bangunan yang menjual berbagai produk industri seperti semen, pasir, cat, dan keramik.

Menurut Ara, pengembangan sektor pendukung perumahan juga dilakukan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya lewat program gentengisasi dan pengembangan material bangunan lainnya.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang masih berada di bawah separuh target tahun ini.

Berdasarkan data per 21 September 2026, penyaluran FLPP tercatat 154.034 unit atau sekitar 44% dari target 350.000 unit rumah pada 2026. Artinya, masih ada lebih dari separuh target FLPP yang harus direalisasikan hingga akhir tahun.

Sementara itu, Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan sektor perumahan menjadi salah satu sektor yang terus didorong melalui berbagai kebijakan makroprudensial BI. 

Hingga September 2026, porsi KLM untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi telah mencapai 1,32%.

Realisasi tersebut mendekati plafon KLM sebesar 1,4%. Dengan demikian, masih terdapat ruang 0,08% yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pembiayaan ke sektor tersebut. 

Adapun nilai KLM yang telah dimanfaatkan mencapai Rp118 triliun dan diterima oleh 111 bank.

"Yang terealisir ini sekitar 1,32%. Jadi sebenarnya masih 0,08% yang masih bisa dioptimalkan," ujar Destry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Hatta Rajasa Merapat ke Istana, Bakal Dilantik Jadi Wakil Ketua Wantimpres

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×