kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,36   4,40   0.57%
  • EMAS931.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Mentam klaim biaya produksi padi Papua turun 60%


Selasa, 14 Februari 2017 / 19:29 WIB
Mentam klaim biaya produksi padi Papua turun 60%

Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Biaya pengolahan lahan untuk produksi padi di Papua turun dari Rp 3 juta per hektare (Ha) menjadi Rp 1,1 juta per Ha. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penurunan biaya tersebut dikarenakan penggunaan alat mesin pertanian hingga penggunaan bibit unggul.

"Biaya pengolahan lahan turun 60% karena penggunaan teknologi," kata Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (14/2). Kementerian Pertanian memberikan bantuan mekanisasi pertanian dan teknologi berupa benih dan sistem tanam.

Bersama dengan TNI, para petani terus membuka lahan sawah baru sehingga target 3.000 Ha hingga akhir tahun tercapai.

Amran menambahkan, pertanian di Papua khususnya di Merauke kini juga mengalami kemajuan. Petani di Merauke telah mengekspor beras varietas Inpari 33 yang dikembangkan Badan Litbang Kementerian Pertanian.

Beras varietas Inpari 33 diekspor ke negara tetangga, Papua Nugini dengan harga Rp 10.000 per kilogram (kg). Harga ini cukup kompetitif karena hanya separuh dari harga beras yang berasal dari Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Mimpi kita dulu, kini sudah menjadi kenyataan, yaitu ekspor beras ke negara tetangga, Papua Nugini. Kita sudah pecahkan telor," ucap Amran.

Gubernur Papua, Lukas Enembe menyatakan sangat bangga sebab bisa mengekspor beras ke Papua Nuginie. Ia pun berkomitmen ekspor beras ini terus akan berjalan pada tahun-tahun berikutnya.

"Sebab, sudah puluhan tahun Papua mimpikan Merauke agar dapat menjadi lumbung langan nasional," ujar Lukas.

Sementara itu Bupati Merauke Frederikus Gebze menambahkan pembangunan pertanian di Merauke ini cukup maju. Selain infrastuktur pertanian, pemerintah juga telah membangun jalan usaha tani.

Dengan adanya jalan usaha tani ini, kini petani dapat mengangkut hasil panen dengan mudah. Selama 30 tahun petani juga menjemur padi di pinggir jalan. Tetapi kini, mereka sudah memiliki penjemuran dan mesin pengering.

Luas lahan sawah dan lahan kering di Merauke sebanyak 64.000 Ha dan sudah ditanami padi. Produksi beras di Merauke mencapai 110.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan hanya 25.000 ton Ha. (Estu Suryowati)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×