kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mengukur efektifitas tol laut tiga tahun ini


Kamis, 12 April 2018 / 20:48 WIB
ILUSTRASI. Logistik Tol Laut


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur National Maritime Institute Siswanto Rusdi menilai program Tol Laut yang dimulai sejak tahun 2015 perlu diperbaiki. Lantaran sejak program ini dilaksanakan, penekanan disparitas harga di pasar masih belum signifikan.

Ia menjelaskan, disparitas Tol Laut hanya terjadi antar pelabuhan. Bengkaknya biaya logistik darat dari pelabuhan ke pasar masih jadi pekerjaan rumah yang mesti dibenahi.

"Karena sektor laut hanya satu elemen logistik, harus dibenahi juga sektor lainnya," kata Rusdi kepada Kontan.co.id, Kamis (12/4).

Selain itu, subsidi yang diberikan pemerintah senilai Rp 447 miliar di tahun ini untuk tol laut tidak akan optimal bila muatan balik masih tak imbang.

Maka, pemerintah perlu menggenjot geliat ekonomi rakyat di Indonesia Timur.  "Selama daerahnya tidak tumbuh, akhirnya ekonomi boros subsidi," jelasnya.

Pemerintah semestinya mencari strategi menekan biaya elemen lain dalam logistik. Opsi sementara bisa mengembangkan pelayaran rakyat untuk mengantar barang hingga ke titik logistik wilayah setempat.

"Sehingga secara signifikan ongkos logistik daerah bisa ditekan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×