kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.152   5,00   0,03%
  • IDX 5.369   -3,69   -0,07%
  • KOMPAS100 699   2,51   0,36%
  • LQ45 544   1,38   0,25%
  • ISSI 183   -0,17   -0,09%
  • IDX30 304   0,28   0,09%
  • IDXHIDIV20 403   1,88   0,47%
  • IDX80 80   0,26   0,33%
  • IDXV30 113   1,49   1,34%
  • IDXQ30 102   0,22   0,22%

Menakar Dampak Penyaluran Kredit Rp 400 Triliun pada Pertumbuhan Ekonomi 2027


Selasa, 27 Oktober 2026 / 09:24 WIB
Menakar Dampak Penyaluran Kredit Rp 400 Triliun pada Pertumbuhan Ekonomi 2027
ILUSTRASI. Petugas beraktivitas di pooling cash Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027. 

Namun, besarnya target tersebut belum tentu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan karena sebagian pembiayaan berpotensi berasal dari program yang sudah berjalan, bukan tambahan kredit baru bagi sektor produktif.

Saat ini, pemerintah telah memiliki plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 300 triliun dan tambahan Rp 50 triliun untuk sektor perumahan.

KUR juga direncanakan menjadi salah satu saluran utama program kredit rakyat tersebut.

Baca Juga: Kredit Bank Digital Tumbuh, Laba Belum Seragam

Dengan demikian, tambahan pembiayaan baru yang benar-benar mengalir ke kegiatan produktif berpotensi lebih kecil daripada total target Rp 400 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, efektivitas program tersebut bergantung pada besarnya kredit tambahan yang benar-benar dicairkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Yang mendorong pertumbuhan ekonomi bukan besarnya plafon, melainkan tambahan kredit yang benar-benar dicairkan dan digunakan untuk kegiatan produksi," kata Yusuf, Senin (26/10).

Menurut Yusuf, secara nominal target kredit Rp 400 triliun setara sekitar 1,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, angka tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan belanja pemerintah yang memberikan dorongan langsung terhadap permintaan dalam perekonomian.

Dampak kredit terhadap pertumbuhan ekonomi juga bergantung pada pemanfaatannya. Sebagian pembiayaan berpotensi digunakan untuk melunasi atau menggantikan utang lama, termasuk pinjaman informal.

Baca Juga: Target Kredit Rp 400 T pada 2027, Dinilai Tak Signifikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sebagian lainnya bisa mengalir ke konsumsi, sehingga tidak seluruh kredit menghasilkan tambahan investasi, kapasitas produksi, maupun aktivitas usaha baru.

Karena itu, besarnya penyaluran kredit rakyat belum cukup untuk menggambarkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi 2027.

Dampak program akan lebih ditentukan oleh porsi kredit yang benar-benar menjadi pembiayaan tambahan bagi usaha produktif dan mampu mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×