kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.525   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Maju jadi Cawagub DKI, Ahok dipecat Golkar


Selasa, 20 Maret 2012 / 11:48 WIB
ILUSTRASI. Salah satu cara menghilangkan panu adalah dengan memakai lidah buaya.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Test Test

JAKARTA. Juru Bicara Partai Golkar, Tantowi Yahya, mengungkapkan bahwa Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, secara resmi telah mundur dari keanggotaan Partai Golkar. Kemunduran diri Ahok, terhitung mulai hari Selasa (20/3) ini.

Keanggotaan Ahok telah dicoret secara otomatis dari partai berlambang pohon beringin, sejak Ahok memutuskan menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) da Partai Gerindra.

Pemecatan terhadap Ahok, menurut Tantowi, bersifat permanen. Fraksi Partai Golkar sendiri telah mengirimkan surat pemecatan secara resmi kepada Ahok.

Meski begitu, Golkar mendukung hak politik Ahok yang hengkang dari partai Golkar dan diusung oleh partai lain. "Terkait Ahok, itu hak politiknya. Jika dia berpikir maju dengan Jokowi, maka kesempatannya besar, patut kita dukung," tutur Tantowi di Gedung DPR, Selasa (20/3).

Tantowi menyebut, dengan pencalonan Ahok dan diusung dengan partai politik (parpol) lain diluar Golkar, maka Ahok pun harus hengkang sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, keanggotaannya di kursi parlemen adalah sebagai wakil dari Partai Golkar.

"Dia (Ahok) maju dalam pencalonan dengan kesadaran penuh dan dicalonkan oleh partai lain. Maka dia harus keluar dari Partai Golkar dan keluar dari DPR," tandas Tantowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×