kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Mahfud MD : Koruptor seharusnya dipermalukan


Minggu, 27 November 2011 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Mulai Januari 2021 tarif iuran BPJS Kesehatan kelas III sudah naik jadi Rp 35.500. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/21/05/2018


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengusulkan agar koruptor dipermalukan di hadapan publik. Salah satunya dengan ditempatkan dalam sebuah kebun bagi koruptor yang serupa dengan kebun binatang.

"Saya usul agar koruptor jangan dibikin takut, tapi dipermalukan. Misalnya, dibuat kebun bagi koruptor," kata Mahfud seusai acara Silaturahim Antikorupsi di Gedung Juang, Jakarta, Minggu (27/11/2011).

Menurut Mahfud, pelaku korupsi tak ubahnya seperti hewan. Dengan adanya kebun bagi koruptor itu, maka sebaiknya dipertontonkan kepada publik. Cara ini juga dapat dilakukan untuk mendidik para siswa agar tidak meniru budaya korupsi.

"Lebih baik daripada murid-murid disuruh melihat binatang setiap semester, setiap liburan, toh sama-sama binatang juga. Orang yang melakukan korupsi sebenarnya hatinya binatang. Di situ (kebun koruptor) ditunjukkan, ini lho tampang koruptor, yang dihukum 20 tahun, sekian tahun, tampilkan foto-foto korbannya," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, usulan yang disampaikannya memang terkesan main-main, tetapi menarik dijajaki. Cara ini dianggap akan membuat malu para koruptor sehingga orang-orang tidak lagi melakukan korupsi.

"Mungkin agak lucu, upaya menghukum koruptor ini sepertinya tidak banyak gunanya dan hukumannya ringan sehingga semakin hari koruptor semakin banyak dan tidak merasa malu menjadi koruptor. Bahkan, koruptor itu diperlakukan secara istimewa," kata Mahfud.

Selain Mahmud, hadir pula dalam Silaturahim Antikorupsi itu Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah, calon pimpinan KPK Bambang Widjajanto, dan mantan hakim Pengadilan Tanggerang Asep Iwan Iriawan.

Laksono Hari W Kompas.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×