kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.108   11,00   0,06%
  • IDX 5.435   -4,71   -0,09%
  • KOMPAS100 703   0,33   0,05%
  • LQ45 546   -0,78   -0,14%
  • ISSI 187   0,14   0,07%
  • IDX30 305   -1,02   -0,33%
  • IDXHIDIV20 402   -1,27   -0,31%
  • IDX80 81   0,04   0,05%
  • IDXV30 112   -0,05   -0,04%
  • IDXQ30 101   -0,41   -0,40%

Kriteria kepemimpinan 2019 yang diinginkan masyarakat, seperti apa?


Rabu, 11 Juli 2018 / 09:41 WIB
ILUSTRASI. Presiden Jokowi bersama anak dan cucu


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang pemilihan presiden 2019, masyarakat memiliki kriteria pemimpin yang kuat. Meskipun kampanye #2019gantipresiden makin populer dan makin disukai, nama calon presiden incumbent Jokowi masih dilirik masyarakat.

Berdasarkan survei LSI, ada tren kenaikan elektabilitas Jokowi yang dilihat dari Mei 2018 hingga Juli 2018. Kenaikan yang ditemukan masih dibawah 50%, dengan kenaikan yang cenderung stagnan.

Adapun yang diinginkan masyarakat dalam kepemimpinan 2019 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan Hak Asasi Manusia.

Survei menunjukkan 80,7% masyarakat menginginkan pertumbuhan ekonomi, 75,5% menginkan pemerintahan yang bersih dan 67,5% masyarakat menginginkan pemerintah yang menjalankan hak asasi manusia.

Adapun pemerintah yang kuat menurut masyarakat adalah jika Presiden di dukung oleh mayoritas DPR, pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri serta mampu
mengendalikan aparat hukum dan keamanan.

Selanjutnya sebagai negara yang mayoritasnya beragama Islam, masyarakat juga berharap kepemimpinan permerintah 2019 adalah didukung oleh pemuka agama yang berpengaruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×