kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.000   37,00   0,21%
  • IDX 5.773   78,37   1,38%
  • KOMPAS100 751   15,47   2,10%
  • LQ45 569   12,39   2,22%
  • ISSI 200   1,52   0,76%
  • IDX30 323   6,96   2,20%
  • IDXHIDIV20 397   8,25   2,12%
  • IDX80 85   1,76   2,11%
  • IDXV30 108   1,33   1,25%
  • IDXQ30 104   2,09   2,05%

Konsumsi rumah tangga 2022 masih susah naik


Kamis, 03 Juni 2021 / 07:00 WIB


Reporter: Bidara Pink, Yusuf Imam Santoso | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 berada di rentang 5,2% hingga 5,8% secara year on year (yoy). Konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbanyak produksi domestik bruto (PDB) tahun depan ditargetkan tumbuh 5,1% hingga 5,3% yoy.

Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, angka itu cukup berat. Sebab, konsumsi rumah tangga akan tergantung dari pengendalian pandemi. 

Bahkan, Menkeu tidak memungkiri proyeksi konsumsi rumah tangga pada 2022 berpotensi meleset, apabila faktor pengendalian Covid-19 tak terkendali. Apalagi, pengendalian pandemi tidak semuanya berada di bawah pemerintah. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) optimistis, pertumbuhan ekonomi tahun depan akan membaik. Proyeksi bank sentral, ekonomi 2022 bisa tumbuh sekitar 5%-5,5%.

Menurutnya, perbaikan tersebut didorong sejumlah faktor. Di antaranya, pemulihan ekonomi global, kecepatan vaksinasi, kelanjutan stimulus fiskal dan moneter, kerja sama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan digitalisasi ekonomi dan keuangan. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×