kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Konsumsi masyarakat naik 40% di bulan Ramadhan


Kamis, 22 Mei 2014 / 17:00 WIB
Konsumsi masyarakat naik 40% di bulan Ramadhan
ILUSTRASI. PT LRT Jakarta menambah jam layanan operasional hingga pukul 02.00 WIB pada malam tahun baru. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bulan Ramadhan mendorong terjadi peningkatan konsumsi. Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi mengatakan, berdasarkan studi yang banyak dilakukan, konsumsi masyarakat meningkat sekitar 30%, bahkan hingga 40% dibanding pengeluaran normal pada bulan biasa. 

"Pengeluaran yang meningkat itu termasuk untuk transportasi, konsumsi dan bukan hanya makanan tapi pakaian, oleh-oleh," kata Bayu saat bincang dengan media di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (22/5).

Bayu bilang, saat bulan puasa dan Idul Fitri, pusat konsumsi masyarakat akan bergeser. Di Jakarta konsumsi akan menurun dan di daerah akan meningkat. 

Sedangkan soal kenaikan harga, sebulan sebelum Ramadhan hingga saat Ramadhan terjadi peningkatan harga 4% - 11%. Sedangkan antara tanggal 1 Ramadhan hingga 1 Syawal kenaikan harga tak signifikan, hanya sekitar 1% - 3,5%. 

Agar tak terjadi lonjakan harga yang tinggi saat Ramadhan, Kemendag tengah berkoordinasi dengan pengusaha retail lokal untuk menjaga proses distribusi agar harga stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×