kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kerang hijau bisa menjernihkan air laut


Selasa, 08 Oktober 2019 / 21:55 WIB

Kerang hijau bisa menjernihkan air laut
ILUSTRASI. Hasil riset menunjukkan kerang hijau mampu menjernihkan air yang tercemar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pencemaran di kawasan perairan Teluk Jakarta kian parah. Tak hanya pencemaran yang berasal dari sampah, limbah kimia berbahaya pun ikut larut di dalamnya. Praktis, kondisi ini makin memperburuk ekosistem laut dan daerah pesisir. 

Selain mengotori lautan dan membuat pemandangan menjadi tidak indah, sampah dan limbah kimia dapat meracuni biota laut, merusak terumbu karang, dan membahayakan kehidupan manusia. 

Akhir pekan kemarin (6/10), sekitar 105 orang yang berasal dari berbagai komunitas di Jakarta, seperti Forum CSR DKI Jakarta, Rumah Milenial, Teens Go Green, dan Sekolah Rakyat Ancol mengikuti kegiatan restorasi kerang hijau di Pantai Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan restorasi ini merupakan upaya untuk menjernihkan kembali perairan di sekitar Ancol yang makin rusak akibat pencemaran. 

“Restorasi kerang hijau ini dengan cara menyebarkan kulit atau cangkang kerang hijau. Hari ini kami menyebar kurang lebih 3 ton,” kata Yus Anggoro Saputra, Manager Konservasi Taman Impian Jaya Ancol pada KONTAN, Minggu (6/10) di Monumen Ancol, Jakarta Utara. 

Baca Juga: Akademisi: Pembangunan kawasan pantai bersama tidak ganggu biota laut

Yus menjelaskan bahwa dari hasil risetnya, sebanyak 1 kilogram (kg) kerang hijau dapat menjernihkan 10 liter air dalam waktu satu jam. Kerang hijau senditi merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang bisa digunakan memperbaiki kualitas air.

Kegiatan restorasi kerang hijau sudah pernah lebih dulu dilakukan di Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Di Indonesia, program ini dimulai dan diinisiasi oleh pihak Taman Impian Jaya Ancol.

“Restorasi kerang hijau di laut Ancol jadi program jangka panjang PT Pembangunan Jaya Ancol dimulai sejak 2018 dengan tujuan memulihkan ekosistem perairan Teluk Jakarta dan mengembalikan kualitas airnya,” kata Yus.

Cangkang kerang hijau yang disebar tersebut berfungsi sebagai media bagi bibit kerang hijau. Nantinya, bibit kerang hijau akan menempel di sekitar dinding cangkang tersebut. Jika sudah berhasil menempel dan berkembang, Yus mengatakan dalam waktu 2 - 3 bulan, kerang sudah mampu menyerap polutan di dalam laut.

"Bulan Maret lalu, kami sudah sebar 600 kilogram, hasilnya kondisi air semakin baik dan muncul beberapa biota di laut Ancol, seperti kepiting,” katanya. 

Baca Juga: Waspada, kerang hijau dari Teluk Jakarta beracun dan tidak layak dikonsumsi

Manajer Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari menambahkan, sebanyak 96 kg kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan tahun 2018 telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 mg per jam.

Targetnya, tahun ini pihak Ancol bisa mendapatkan pertumbuhan sebanyak 1.000 kg kerang hijau sehingga akan ada 10 liter air yang difilterisasi setiap jam secara alami, tanpa bantuan teknologi maupun manusia.

“Media tanam menggunakan kawat ram yang diisi dengan 20-30 kilogram kulit kerang hijau yang ditanam di dasar laut dengan kedalaman sekitar dua sampai tiga meter. Perairan dangkal biasanya lebih mudah ditanami kerang hijau,” jelas Rika. 

Berdasarkan hasil penelitian LIPI pada tahun 2018, kawasan perairan Teluk Jakarta menghadapi tantangan pencemaran yang berat. Setiap hari, sebanyak 21 ton sampah mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan maupun industri.

Sementara hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa tahun lalu menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton dan nitrogen 21.260 ton.

Kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir akan berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di laut kawasan Ancol.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×