kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Kenaikan Upah Sundut Inflasi Inti Awal Tahun 2023


Minggu, 05 Februari 2023 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. kenaikan upah kerek inflasi di awal tahun 2023


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terdapat peningkatan tingkat inflasi inti secara bulanan pada Januari 2023, bila dibandingkan dengan capaian Desember 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi inti pada bulan Januari 2023 sebesar 0,33% secara bulanan (MoM) atau naik dari inflasi inti pada akhir tahun 2022 yang sebesar 0,22% MoM.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kenaikan inflasi inti secara bulanan mencerminkan permintaan masyarakat yang meningkat.

"Permintaan meningkat karena daya beli masyarakat pun meningkat," ujar David kepada Kontan.co.id, Sabtu (4/2).

Baca Juga: Bank Indonesia (BI) Memastikan Ekonomi Indonesia pada Tahun 2023 Tetap Kuat

David menambahkan, ini sehubungan dengan kenaikan upah minimum regional (UMR) yang kemudian menambah daya beli masyarakat.

Selain karena daya beli masyarakat yang meningkat, David melihat kenaikan inflasi sektor jasa juga menjadi salah satu penyundut inflasi.

"Sektor jasa mulai meningkat, karena permintaan di sektor ini naik juga seiring pencabutan PPKM dan kenaikan daya beli masyarakat," tambah David.

Ke depan, David mengimbau otoritas untuk tetap waspada terkait inflasi inti. Apalagi kemungkinan inflasi dari sektor jasa akan terus meningkat dan kenaikan inflasi pasca pemulihan ekonomi China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×