kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.980   133,00   0,75%
  • IDX 5.934   -261,44   -4,22%
  • KOMPAS100 787   -37,12   -4,50%
  • LQ45 595   -24,76   -4,00%
  • ISSI 206   -8,80   -4,10%
  • IDX30 338   -11,95   -3,42%
  • IDXHIDIV20 417   -10,81   -2,52%
  • IDX80 89   -4,23   -4,52%
  • IDXV30 114   -3,69   -3,14%
  • IDXQ30 109   -3,02   -2,69%

Kenaikan inflasi 1%, dorong angka kemiskinan 0,2%


Minggu, 20 Februari 2011 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Due Diligence Meeting dan Public Expose Ginting Jaya Energy Tbk - Ini rincian penggunaan dana hasil IPO Ginting Jaya Energi Tbk


Reporter: Irma Yani | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah harus benar-benar serius menekan laju inflasi agar tidak bergerak terlalu tinggi. Pasalnya, setiap 1% inflasi dapat mendorong garis kemiskinan naik 0,2%.

Hal itu diungkapkan oleh Ekonom LIPI Latief Adam, kemarin (19/2). Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa segera mengantisipasi hal tersebut, dengan mengeluarkan berbagai kebijakan yang diyakini ampuh menekan laju inflasi.

Namun, jika melihat tekanan inflasi yang cukup tinggi, Latief menilai sulit untuk pemerintah mencapai target inflasi tahun ini yang dipatok 11,5%-12,5%, atau lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 13,3%. Terlebih, menurutnya, program-program pengentasan kemiskinan yang digalakkan pemerintah kurang optimal menekan angka kemiskinan.

"Kalau melihat tren dari tahun 2000-2010, maksimal penurunannya hanya 0,58%. Jadi kalau dihitung dari tahun lalu 13,3% dikurangi 0,58% ya akan berkisar disitu (12,75%). Itu paling optimal," hitungnya.

Menurutnya, pekerjaan pemerintah rumah (PR) saat ini adalah mendorong pertumbuhan di sektor industri dan pertanian yang diyakini cukup ampuh menekan kemiskinan. "Ketika sektor pertanian tumbuh 1% berpotensi mengurangi kemiskinan sebesar 0,027%. Sementara jika sektor industri tumbuh 1%, berpotensi mengurangi kemiskinan sebesar 0,034%," terangnya.

Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik BPS Kecuk Suhariyanto, pun sependapat. Ia mengatakan, naiknya inflasi sebesar 1% bisa meningkatkan jumlah angka kemiskinan 0,8%. "Pergerakan golongan masyarakat hampir miskin menuju masyarakat miskin sangat rentan terjadi. Pergerakannya, sekitar 0,8%-1,2% dari inflasi. Jadi kalau ada prediksi lembaga internasional kalau kenaikan harga pangan bisa membuat jumlah penduduk hampir miskin menjadi miskin itu betul. Ini yang harus jadi perhatian," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×