kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kemkes telusuri kematian 32 bayi di Papua


Jumat, 27 November 2015 / 16:37 WIB
Kemkes telusuri kematian 32 bayi di Papua


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemkes) tengah menyelidiki penyebab kematian puluhan anak di Distrik Mbuwa dan Bumul Liama, Kabupaten Nduga, Papua.

Kemkes telah mengirim tim ke Papua sejak Rabu (25/11/2015).

Tim yang dikirim adalah tenaga surveilan dari Kantor Pusat Kemenkes di Jakarta, tim dari Balai Biomedis Papua dan Tim Gerak Cepat Provinsi Papua.

"Tim sedang berada di lokasi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Papua untuk menyelidiki langsung," ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes, HM Subuh, Kamis (26/11/2015) malam.

Subuh mengatakan, hingga saat ini total anak yang meninggal dunia masih simpang siur.

Berdasarkan laporan terakhir, sejak minggu pertama hingga keempat bulan November sudah ada 32 kematian anak di distrik tersebut.

Minimnya akses komunikasi cukup menghambat informasi terbaru ke pusat.

"Karena akses informasi tidak ada maka sampai saat ini saya belum dapat laporan," kata Subuh.

Penyebab kematian anak-anak tersebut juga belum diketahui pasti.

Subuh mengatakan, anak-anak sempat mengalami gejala demam tinggi, kejang, dan diare.

Dengan gejala tersebut, bisa saja karena infeksi virus dan bakteri atau parasit.

Kemkes menunggu hasil laboratorium untuk bisa memastikan penyebab penyakit yang berujung pada kematian.

Sebelumnya sempat diduga mereka meninggal karena terserang pneunomia akibat perubahan iklim. Ada pula yang mengira terkena malaria, tetapi hasilnya negatif.

(Dian Maharani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×