kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kemenpupera: Kualitas rumah subsidi asal-asalan


Rabu, 02 Agustus 2017 / 19:28 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Pelaksanaan program rumah murah masih dirundung bermasalah. Berdasarkan temuan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lapangan, kualitas rumah bersubsidi menjadi fakta yang banyak terjadi di sebagian besar rumah.

Di sejumlah titik, kualitas rumah subsidi tidak sesuai harapan. Misal, kusen rumah bersubsidi dikerjakan pengembang secara asal- asalan. "Asal- asalan, tidak diserut, itu salah satu masalahnya. Di Pekanbaru kami temukan," katanya kepada KONTAN di Jakarta, Rabu (2/8).

Selain temuan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) juga mendapat banyak keluhan soal keseriusan pengembang dalam menjalankan program tersebut. Masyarakat banyak yang sudah membayar uang muka untuk mendapatkan rumah subsidi, tapi rumah tidak kunjung dibangun dan diselesaikan.

Basuki mengatakan, akan mengambil tiga kebijakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pertama, membentuk tim untuk mengevaluasi kualitas rumah tersebut.

Kedua, membuat standar atau patokan minimum rumah subsidi yang harus dibangun pengembang. Ketiga menjatuhkan sanksi kepada pengembang yang bermain- main dengan proyek tersebut.

"Ini akan saya tegaskan dan kebijakan sedang dirumuskan, karena program ini menggunakan dana APBN," katanya.

Pemerintah sejak beberapa tahun ini melaksanakan program subsidi rumah murah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki rumah. Untuk tahun ini, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 14 triliun untuk subsidi pembelian rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Anggaran tersebut diberikan untuk fasilitas kredit pembiayaan pemilikan rumah dengan dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan masyarakat kurang mampu dan subsidi selisih bunga pembelian rumah dan bantuan uang muka pembelian rumah.

Sementara itu, Presiden Jokowi meminta selain memantau kualitas, para menterinya juga memantau secara menyeluruh pembeli rumah subsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×