kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.217   -48,84   -0,59%
  • KOMPAS100 1.159   -9,43   -0,81%
  • LQ45 830   -9,10   -1,08%
  • ISSI 294   -1,42   -0,48%
  • IDX30 432   -3,74   -0,86%
  • IDXHIDIV20 516   -5,62   -1,08%
  • IDX80 129   -1,17   -0,89%
  • IDXV30 142   -0,76   -0,53%
  • IDXQ30 139   -1,87   -1,33%

Kemenkeu: Belanja pemerintah pusat tumbuh 20,5% yoy pada November 2020


Minggu, 27 Desember 2020 / 18:24 WIB
Kemenkeu: Belanja pemerintah pusat tumbuh 20,5% yoy pada November 2020
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir November 2020 mencapai Rp 1.558,7 triliun. Realisasi ini setara 78,9% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 di Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 1.975,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, realisasi belanja pemerintah pusat itu tumbuh 20,5% secara yoy jika dibandingkan periode sama tahun 2019 yang hanya Rp 1.293,6 triliun.

Jika dirinci berdasarkan jenis belanja pemerintah pusat, terbagi menjadi dua yakni belanja kementerian/lembaga (K/L) dan belanja non K/L.

Untuk realisasi belanja K/L hingga November 2020 sebesar Rp 852,2 triliun. Sementara belanja non K/L tumbuh 22,8% atau mencapai Rp 706,5 triliun dari total pagu sebesar Rp 1.138,9 triliun.

“Belanja pemerintah pusat tumbuh 20,5% yaitu kita telah membelanjakan Rp 1.558,7 triliun. Dalam hal ini belanja tersebut memang dibelanjakan untuk penanganan Covid-19. Belanja K/L tumbuh 18,6% dan non K/L tumbuh 22,8%,” jelas Menkeu dalam konferensi pers APBN Kita, Minggu (27/12).

Baca Juga: Sri Mulyani: Kementerian dan lembaga segera tuntaskan pencairan anggaran belanja

Sementara itu, Menkeu menyebutkan belanja K/L ditopang oleh beberapa belanja yang meningkat cukup signifikan terutama belanja bantuan sosial yang tumbuh 80,7% yoy.

Adapun realisasinya mencapai Rp 191,4 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 105,9 triliun di periode yang sama.

“Ini juga lebih tinggi realisasinya dari alokasi pagu pada Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 170,7 triliun,” jelasnya.

Kemudian belanja terbesar kedua dari komponen belanja K/L didorong dari belanja barang yang mencapai Rp 328,6 triliun yang lebih tinggi dari pagu Perpres 72/2020 sebesar Rp 271,7 triliun.

Belanja ini juga tumbuh 22,2% yoy jika dibandingkan tahun sebelumnya, sebab belanja barang dilakukan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19.

Dalam upaya penanganan Covid-19 di tahun ini, belanja barang cukup berperan penting dalam berupaya merealisasikan belanjanya lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×