kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Kata Jokowi hingga Raffi Ahmad setelah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua


Rabu, 27 Januari 2021 / 13:16 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis kedua vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, Rabu (27/1), di halaman tengah Istana Negara, Jakarta.

Pemberian vaksin tersebut kemudian diikuti dengan vaksinasi kepada sejumlah perwakilan dari berbagai kalangan yang juga turut menjadi penerima vaksin perdana bersama Presiden pada 14 hari silam.

Para penerima vaksin tersebut mengungkapkan tidak ada efek samping serius yang dirasakan usai divaksinasi baik pada dosis pertama maupun dosis kedua.

“Sama seperti yang dilakukan dua minggu lalu, tidak terasa (saat penyuntikan). Kalau dulu setelah dua jam hanya pegal-pegal, kalau sekarang saya kira sama saja,” ujar Presiden kepada Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Reisa Broto Asmoro selepas menerima suntikan dosis kedua vaksin dilansir dari laman Setkab.

Kepada Reisa, vaksinator presiden, Abdul Muthalib yang berbincang-bincang dengan Presiden saat melakukan proses penyuntikan juga mengisahkan hal yang sama.

Baca Juga: Sejuta lebih kasus Covid-19 di RI, ini cara membedakan gejala Covid-19 dan flu biasa

“Saya menanyakan pertama kali apakah Bapak ada keluhan setelah vaksinasi pertama. Ternyata tidak ada sama sekali. Begitu juga waktu disuntik (dosis kedua), Bapak merasakan sedikit waktu ditusuk saja, tapi yang lain-lain tidak ada apa-apa,” ungkap Abdul Muthalib.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut divaksinasi, juga mengungkapkan tidak ada efek samping serius yang ia rasakan selepas menerima suntikan baik dosis pertama maupun kedua

“Rasanya jadi ingin makan banyak. Tidak ada efek yang serius,” ujar Budi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih. “Alhamdulillah, efek samping yang saya rasakan itu minimal sekali, hanya terasa pegal di tempat suntikan,” ujar Daeng.

Penerima vaksin lainnya, Raffi Ahmad yang hadir mewakili anak muda, mengatakan bahwa vaksinasi dosis pertama dan kedua yang dilaluinya berjalan lancar. “Kayak digigit semut aja sih, habis itu ya alhamdulillah lancar,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan Reisa mengenai efek samping yang ia alami, Raffi mengatakan dirinya tidak merasakan adanya efek samping serius. “Saya ngerasain ngantuk sama pegal aja sih, enggak ada yang gimana-gimana. Alhamdulillah sehat-sehat,” tambah Raffi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×