kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,48   2,44   0.24%
  • EMAS943.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kasus Omicron Meningkat, Keyakinan Konsumen Pada Juli 2022 Berpotensi Turun


Rabu, 03 Agustus 2022 / 17:32 WIB
Kasus Omicron Meningkat, Keyakinan Konsumen Pada Juli 2022 Berpotensi Turun
ILUSTRASI. Ada potensi penurunan keyakinan konsumen seiring dengan kasus Covid-19 yang meningkat pada bulan Juli 2022. KONTAN/BAihaki/


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keyakinan konsumen berpotensi menurun pada Juli 2022. Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia Irman Faiz mengatakan, potensi penurunan keyakinan konsumen ini seiring dengan kasus Covid-19 yang meningkat pada bulan Juli 2022.

Meski memang ada potensi penurunan keyakinan konsumen, Faiz meyakini indeks keyakinan konsumen (IKK) masih berada di zona optimistis atau indeks di atas 100. 

“Memang ada sedikit potensi turun pada Juli 2022 akibat peningkatan kasus Omicron. Namun, ini masih jauh lebih tinggi dari tahun lalu dan tetap akan berada di level optimistis,” tegas Faiz kepada Kontan.co.id, Rabu (3/8). 

Optimisme Faiz ini seiring dengan indikator dini berupa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Juli 2022 yang meningkat pada Juli 2022. Tercatat, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan lalu sebesar 51,3 atau meningkat dari 50,2 pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: Survei DRI: Keinginan Berbelanja Masyarakat Turun pada Juli 2022

Pendorong peningkatan indeks manufaktur ini adalah peningkatan permintaan domestik. Dengan demikian, Faiz melihat ada indikasi pemulihan konsumsi rumah tangga yang masih solid, seiring dengan keyakinan konsumen yang juga masih berdaya. 

Meski begitu, dari sisi ekspektasi konsumen, ia khawatir peningkatan inflasi pada Juli 2022 akan mengikis ekspektasi konsumen 6 bulan yang akan datang. Mengingat peningkatan harga pada Juli 2022 juga didominasi oleh peningkatan harga energi non subsidi, memang ada potensi yang terkikis adalah masyarakat kelas menengah atas. 

Hanya, Faiz melihat daya beli masyarakat menengah atas masih cukup kuat. Sehingga, ini menjadi dasar pemerintah mengambil langkah meningkatkan harga energi non subsidi. 

Namun, ia juga menyarankan pemerintah tetap menjaga keyakinan konsumen di semua lapisan. Bila pada lapisan masyarakat kelas bawah ada jaring pengaman sosial untuk menjaga keyakinan konsumen, maka untuk masyarakat menengah atas perlu adanya stabilitas pemulihan ekonomi yang terus dijaga. 

Baca Juga: Ini Dua Faktor Penyebab Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bulan Juli 2022 Menurun

“Dengan demikian, pendapatan masyarakat menengah atas juga tetap terjaga dan membaik, sehingga mengkompensasi kenaikan harga energi non subsidi. Dengan demikian, momentum pemulihan ekonomi perlu dijaga,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×