kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kadin: Bom Surabaya tak pengaruh iklim bisnis


Minggu, 13 Mei 2018 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Rosan Roeslani, Ketua Kadin


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani menyatakan teror bom yang terjadi di Surabaya Jawa Timur pada Minggu (13/5) tak akan berpengaruh ke iklim bisnis nasional.

"Kalau soal investasi, dan dunia usaha tak ada dampaknya. Terutama investor asing. Karena soal Investasi Indonesia itu, adalah soal long term view jadi lebih melihat ke fundamental dan pertumbuhan ekonomi kita yang baik," kata Rosan saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (13/5).

Pun bagi industri pariwisata yang kerap paling cepat terpengaruh atas hal semacam ini. Rosan bilang selama tak ada travel ban, tak akan ada pengaruh atas kejadian terorisme.

Sebaliknya, ia menilai para pelaku usaha di Surabaya pun katanya, justru akan semakin bahu-membahu menunjukkan bahwa semuanya dapam kondisi baik, atas kejadian teror ini.

Oleh karenanya, ia juga berharap, pemerintah dapat memberikan persepsi yang baik dengan cara menjamin keamanan. Khususnya dalam jangka panjang.

"Pemerintah perlu menunjukkan persepsi yang kuat, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan untuk berinvestasi secara keseluruhan dengan menunjukkan komitmen dan willingnes untuk memastikan hal ini dapat diatasi," sambungnya.

Catatan saja, pada Minggu (13/5) pagi, terjadi pengeboman di tiga Gerja berbeda di Surabaya, yaitu Gereja Santa Maria di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjuno. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×