CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Jokowi Sindir Bulog, Borong Hasil Petani Namun Tak Bisa Dijual


Senin, 20 Juni 2022 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pentingnya menyusun rencana besar dalam sektor pangan. Sehingga dari produksi pangan yang telah diserap dapat tersalurkan kepada konsumen lewat jalur-jalur yang sudah direncanakan.

Ia bahkan menyentil Perum Bulog yang melakukan pembelian yang intensif terhadap beras petani, namun tidak dapat dijual.

"Kalau sudah ngambil jangan sampai kaya Bulog, ngambil dari petani banyak, stok, ga bisa jual, sehingga kualitasnya jadi turun dan ada yang busuk yang dulu, rusak, jangan," tegas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/6).

Pentingnya grand plan disampaikan dalam instruksi kepada Kementerian, Lembaga, BUMN, Pemerintah Daerah dan Swasta dalam peningkatan besar-besaran produksi pangan.

Baca Juga: Jokowi Minta Ada Peningkatan Produksi Pangan Besar-besaran Dalam Jangka Pendek

"Semua perencanaan harus ada pada grand plan-nya, rencana besarnya seperti apa sudah kita sampaikan, pelaksanaannya juga harus ada. Ini memang membutuhkan sebuah orkestrasi yang baik antara kementerian, lembaga, BUMN, swasta dengan daerah semuanya," jelasnya.

Produksi besar-besaran ataupun penyerapan dari petani ditegaskan harus diikuti dengan penyerapan ke konsumen secara maksimal. Oleh karenanya siapa yang akan menjadi offtaker dari produksi tersebut harus sudah ditentukan.

"Jadi petani produksi terus dan yang membeli juga ada. Jangan sampai petani produksi banyak, Bulog ga ambil, RNI ga ambil. Ini mekanisme harus segera diputuskan dan kemarin kita sampaikan dengan Menteri BUMN segera siapa [offtaker], produknya apa, biayanya seperti apa," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×