kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Jokowi sedih, 33 perusahaan hengkang dari China tapi tak ada yang masuk Indonesia


Kamis, 05 September 2019 / 07:10 WIB
ILUSTRASI. PRESIDEN MEMBUKA KONFERENSI HUKUM TATA NEGARA


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekecewaannya terkait berbelitnya regulasi di Indonesia. Kondisi itu menyebabkan industri enggan masuk ke Indonesia. Padahal, terdapat peluang menarik investasi asing yang sebelumnya ramai-ramai migrasi dari China.

"Ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih di Vietnam, 10 lainnya pergi ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita," ujar Jokowi saat Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Rabu (4/9).

Padahal investasi langsung asing (FDA) merupakan kunci menjaga ekonomi Indonesia. Hal itu akan menjadi payung pengaman bagi Indonesia menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Program Industri 4.0 Kemenperin perlu dukungan lintas sektor

Masalah regulasi yang berbelit bukan pertama kali dikeluhkan oleh Jokowi. Pada Ratas tersebut Jokowi kembali meminta agar para menterinya memperbaiki regulasi yang berbelit.

Menteri sektor ekonomi ditekankan untuk menginventarisir yang menghambat masuknya investasi ke Indonesia. Ia menegaskan agar dalam waktu satu minggu regulasi tersebut sudah diinventarisir.

"Seminggu lagi kita akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan yang menghambat dan memperlambat," terang Jokowi.

Baca Juga: Rencana pemerintah naikkan cukai rokok dinilai akan hancurkan petani tembakau

Jokowi minta Indonesia mencontoh Vietnam dalam memudahkan investor asing. Pembangunan industri baru di Vietnam diungkapkan Jokowi hanya memerlukan waktu 2 bulan.

Oleh karena itu Vietnam menjadi sasaran baru dalam investasi. Padahal investasi asing dapat menjadi penyelamat Indonesia dalam perlambatan ekonomi dunia dan potensi terjadi resesi.

"Kunci kita keluar dari perlambatan ekonomi global itu ada di situ, dan kemungkinan bisa memayungi kita dari kemungkinan resesi global yang semakin besar juga ada di situ," tegas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×