kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi minta ASEAN ikut atasi krisis Rohingya


Selasa, 14 November 2017 / 10:08 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh anggota ASEAN untuk ikut serta dan bergerak bersama dalam membantu mengatasi krisis kemanusian yang menimpa masyarakat Rohingya di Myanmar. Dia juga meminta The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) dapat diberikan akses secara penuh untuk dapat membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar tersebut.

Permintaan tersebut disampaikannya langsung kepada pemimpin negara ASEAN saat KTT ASEAN ke-31 yang dilaksanakan di Filipina, Senin (13/11). Jokowi mengatakan, masalah dan krisis kemanusian yang menimpa masyarakat Rohingya, tidak boleh dibiarkan berlangsung lama.

Dia khawatir, semakin lama dibiarkan, krisis bisa merembet ke keamanan dan stabilitas kawasan.

"Dampak juga bisa terjadi pada munculnya radikalisme dan trafficking in person," katanya dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta, Senin (13/11).

Selain meminta negara anggota ASEAN ikut serta dalam mengatasi krisis tersebut, Jokowi juga meminta mereka berkontribusi dalam membantu pengungsi Rohingya. “Indonesia telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi Kofi Annan," katanya.

Etnis Rohingya teraniaya di negeri mereka sendiri. Mereka menjadi korban kekejaman militer negara mereka sendiri Mereka dibantai, dan diusir dari negeri mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×