kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.057   49,00   0,27%
  • IDX 6.274   39,33   0,63%
  • KOMPAS100 823   4,67   0,57%
  • LQ45 627   3,32   0,53%
  • ISSI 217   0,90   0,42%
  • IDX30 352   2,21   0,63%
  • IDXHIDIV20 432   1,89   0,44%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 119   0,40   0,33%
  • IDXQ30 112   0,47   0,42%

Jokowi: Industri gaya hidup punya potensi besar


Rabu, 04 Oktober 2017 / 10:32 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia memiliki komoditas yang berhubungan dengan industri gaya hidup atawa lifestyle. Namun belum dikembangkan secara serius. Menurut Presiden Joko Widodo, Indonesia harus mengambil peluang tersebut. 

Satu bagian penting dari lifestyle industry adalah lifestyle commodity. Menurut Jokowi, kopi, kakao, gula aren, dan lain-lain termasuk dari komoditas tersebut.

“Kopi kita punya, kakao kita punya. Dan pertumbuhan demand untuk kopi dan kakao besar sekali. Kalau mau jadi nomor satu tidak sulit karena lahan kita masih banyak di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke. Kopi di Aceh, Bali, Sulawesi, Papua. Lahannya bisa semuanya dan pertumbuhannya luar biasa,” katanya dalam Rakornas 2017 Kadin , di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Pertumbuhan warung kopi di Indonesia juga cepat dengan permintaannya yang naik sampai 20%. Hal ini sama dengan pertumbuhan warung kopi di dunia. Namun sayang, kualitasnya belum dikerjakan secara serius.

“Peremajaan kopi tidak ada yang kerjakan, sekolah mengenai kopi tidak ada, pasca-panen tidak ada, yang mendidik barista tidak ada. Kecepatan permintaan dengan ketersediaan ini tidak nyambung. Ini peluang besar,” jelasnya.

Adapun komoditas lainnya yaitu kelapa. Sekarang ini, menurut Jokowi, kelapa sangat dicari airnya. Selain itu, ada pula teh, kayu manis, gula aren, pala, dan vanila.

“Permintaanya besar, tapi tidak pernah ini dikerjakan secara besar-besaran. Dulu, pala itu Vietnam belajar ke Indonesia, sekarang mereka lebih besar dari kita,” ucapnya.

Karena potensi yang ada, Jokowi mengatakan bahwa jangan sampai negara tetangga justru yang menggarap dan menjadi pesaing, “Siapa yang duluan dia yang akan dapat. Jadi kita harus memahami lifestyle industry ini apa,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×