kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45881,69   -4,49   -0.51%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Dorong Percepatan Penyelesaian Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya


Kamis, 18 April 2024 / 13:49 WIB
Jokowi Dorong Percepatan Penyelesaian Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri RRT Wang Yi melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut salah satu yang menjadi pembahasan adalah kerja sama bidang ekonomi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya kedua negara meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Presiden menyoroti meningkatnya volume atau nilai perdagangan kedua negara yang sudah lebih seimbang.

Presiden juga mengharapkan terus dilakukannya pembukaan akses pasar produk Indonesia ke RRT. Termasuk penyelesaian protokol untuk impor produk pertanian dan perikanan Indonesia. 

Hal lainnya, Presiden mendorong kerja sama pembangunan di IKN termasuk untuk moda transportasi. Selain itu presiden bicara mengenai masalah kereta cepat Jakarta-Bandung dan mendorong adanya alih teknologi.

Baca Juga: KAI Tutup Posko Angkutan Lebaran, Penumpang KA Naik 18% Dibanding 2023

"Serta perlu percepatan penyelesaian studi kelayakan untuk perpanjangan trase ke Surabaya," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/4).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, waktu tempuh dari Jakarta ke Padalarang dengan Whoosh hanya 29 menit. Jika rute kereta cepat diperpanjang hingga Surabaya, kemungkinan waktu tempuh dari Jakarta ke Surabaya 3 jam hingga 3,5 jam. 

"Bayangkan ini cuma 29 menit sampai Padalarang, kalau sampai Surabaya 3 jam lewat sedikit 3,5 jam. Jadi itu menjadi suatu obsesi kita," ujar Budi.

Budi Karya mengatakan, rencana pembangunan kereta cepat dari Bandung ke Surabaya akan dimulai dengan studi dari pemrakarsa dan pemerintah. Setelahnya akan diputuskan tentang rencana penambahan rute kereta cepat Whoosh. 

"Pemrakarsa melakukan proposal lalu kami, kita itu membuat proposal juga nanti diajukan lah itu. Bahwa nanti diputuskan oleh pemerintahan yang akan datang ya monggo, tapi kita sudah letakkan dasar-dasar dan rencana ke depan," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×