kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

JK: SKK Migas tetap perlu ada meski beda nama


Minggu, 21 September 2014 / 19:17 WIB
ILUSTRASI. Lion Parcel (PT. Lion Express)meluncurkan program BERKAH (Berani Kasih Hadiah) untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kalangan menilai pemerintah perlu membubarkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Apa tanggapan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla terkait usulan ini?

"Itu usul-usul, banyak. Tetapi bagaimanapun, harus ada kantor untuk urusi itu," kata pria yang akrab disapa JK ini, di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (21/9).

JK menyatakan, pengganti SKK Migas tetap perlu meski dengan nama yang berbeda. JK memandang perlu pengganti SKK Migas yang mengurusi masalah investasi.

"Siapa yang mau mengatur orang mau investasi. Mesti ada yang atur," ujar JK. Salah satu usul pembubaran SKK Migas, datang dari Pengamat energi Kurtubi.

Ia memandang eksistensi SKK Migas sebagai lembaga pengatur sektor migas tidak terlalu krusial. Menurut dia, SKK Migas tidak ada bedanya dengan BPH Migas.

Oleh karenanya, Kurtubi menilai pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus berani melakukan tindakan, yakni membubarkan SKK Migas. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×