kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai hingga Daging Sapi Kompak Naik


Minggu, 24 Mei 2026 / 14:56 WIB
Jelang Iduladha 2026, Harga Cabai hingga Daging Sapi Kompak Naik
ILUSTRASI. Jelang Iduladha 2026, harga cabai, daging, dan beras melonjak tajam. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah komoditas pangan mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Kenaikan harga terjadi pada berbagai bahan pangan utama, mulai dari cabai, bawang, hingga daging sapi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia per Minggu (24/5/2026), lonjakan harga paling tinggi terjadi pada kelompok cabai.

Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp73.500 per kilogram (kg) atau naik 7,93%. Sementara itu, cabai rawit hijau meningkat 7,44% menjadi Rp54.150 per kg.

Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang naik 6,09% menjadi Rp54.900 per kg, serta cabai merah besar yang meningkat 5,02% menjadi Rp57.550 per kg. Selain cabai, bawang merah ukuran sedang turut mengalami kenaikan sebesar 2% menjadi Rp48.350 per kg.

Di sisi lain, komoditas protein hewani juga mulai menunjukkan kenaikan harga. Harga daging sapi kualitas I tercatat mencapai Rp148.300 per kg atau naik 0,41%, sedangkan daging sapi kualitas II naik 0,22% menjadi Rp139.450 per kg.

Baca Juga: Di Kebumen Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan, Target Swasembada Daging 4-5 Tahun

Harga beras pun mulai bergerak naik. Beras kualitas bawah I tercatat mencapai Rp14.600 per kg, sementara beras kualitas super I menyentuh Rp17.450 per kg.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia, Reynaldi Sarijowan, mengatakan tekanan harga di pasar tradisional diperkirakan masih akan berlangsung hingga mendekati Hari Raya Iduladha.

Ia menyebutkan harga sejumlah komoditas di pasar bahkan sudah berada di atas rata-rata nasional. Harga cabai rawit merah disebut telah mencapai Rp90.000 per kg, cabai merah keriting Rp60.000 per kg, cabai merah besar Rp65.000 per kg, bawang merah Rp57.000 per kg, serta bawang putih Rp42.000 per kg.

“Puncak-puncaknya nanti fase kedua di H-1 Iduladha. Hari ini beberapa komoditas sudah mengalami lonjakan dan tentu akan berpengaruh kepada daya beli masyarakat,” ujar Reynaldi kepada Kontan, Minggu (24/5/2026).

Selain itu, harga ayam disebut telah mencapai Rp44.000 per kg, sementara telur ayam naik menjadi Rp28.500 per kg dari Rp27.000 per kg pada pekan sebelumnya.

Harga minyak goreng curah juga berada di kisaran Rp22.000 per kg.

Menurut Reynaldi, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan pasokan yang memadai.

“Ketika permintaannya mulai berangsur banyak, tidak diimbangi dengan pasokan yang melimpah, maka ini akan terjadi lonjakan harga,” katanya.

Ia menambahkan, kenaikan harga ayam dan telur juga dipengaruhi masih tingginya biaya produksi, terutama harga pakan ternak.

“Untuk ayam dan telur, pakannya sendiri juga masih tinggi harganya, maka ini akan berpengaruh,” lanjut Reynaldi.

IKAPPI memperkirakan permintaan bahan pangan menjelang Iduladha dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk perayaan dan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah dan Bos GoTo Bahas Kenaikan Pendapatan Driver Online hingga 92%

Meski demikian, Reynaldi memperkirakan harga pangan akan mulai melandai pada H+3 hingga H+7 setelah Iduladha.

“Harapan kami setelah Iduladha harga berangsur melandai, agar terjaga pasokan dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan pemerintah terus menjalankan strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.

“Kementerian Perdagangan menjalankan strategi terpadu secara paralel untuk menjaga pasokan, melancarkan distribusi, dan memastikan masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok,” kata Iqbal.

Ia menjelaskan pemerintah terus memantau harga di 530 pasar melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah daerah, distributor, Badan Pangan Nasional, dan Satgas Pangan untuk mengantisipasi potensi anomali harga menjelang hari besar keagamaan.

“Kami terus memastikan jalur distribusi dan melakukan pemantauan harga. Kalau ada indikasi pelanggaran atau spekulasi, akan dikoordinasikan untuk penindakan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×