kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jabat Komisaris Utama Pertamina, Ahok diminta mundur dari PDIP


Jumat, 22 November 2019 / 18:48 WIB
Jabat Komisaris Utama Pertamina, Ahok diminta mundur dari PDIP
ILUSTRASI. Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono (kiri) menyerahkan laporan nota singkat kepada Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Sabtu (11/2). Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali aktif menjadi Gubernur DKI Jakarta usai cuti sela

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diumumkan akan menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Dengan dipilihnya Ahok sebagai Komisaris Utama salah satu perusahaan BUMN, Ahok pun diminta untuk mundur dari partai. Saat ini, Ahok tercatat sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuanan (PDIP).

Baca Juga: Ahok akan jabat Komisaris Utama Pertamina

"Semua komisaris di BUMN, apalagi direksi, harus mundur dari partai," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Jumat (22/11).

Menurut Erick, perihal ini pun sudah diketahui oleh Ahok. Menurutnya, dengan memiliki jabatan di perusahaan BUMN, maka independensi harus dijunjung tinggi.

Baca Juga: Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Erick Thohir: Kasih kesempatan bekerja

"Semua nama yang diajak bicara sudah kita beri tahu, karena independensi dari BUMN sangat dipentingkan. Insya Allah orang-orang yang punya itikad baik pasti punya risiko  bagaimana mengabdi untuk negara," tutur Erick.

Erick juga menyampaikan, Ahok merupakan figur pendobrak yang dianggap bisa membantu Pertamina mencapai target yang ditetapkan.

Baca Juga: Diharapkan jadi pendobrak, ternyata Ahok cuma punya tugas menasehati dan mengawasi...

Menurut Erick, Pertamina ditargetkan untuk mengurangi impor migas ke depan, dan untuk mencapai tersebut dibutuhkan kerja sama yang baik antara komisaris dengan direksi.




TERBARU

Close [X]
×