kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Investasi yang Masuk pada 2022 Masih Didominasi Sektor Padat Modal, Ini Kata Bahlil


Selasa, 24 Januari 2023 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berjalan usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Investasi yang Masuk pada 2022 Masih Didominasi Sektor Padat Modal, Ini Kata Bahlil.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun. Realisasi itu mencapai 100,61% dari target investasi tahun 2022 yang sebesar Rp 1.200 triliun.

Meski begitu, dari realisasi investasi tersebut, serapan padat modal masih mendominasi. BKPM mencatat, secara sektoral, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya masih menguasai investasi dengan nilai sebesar Rp 171,2 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa hilirisasi menjadi arah kebijakan Indonesia di skala prioritas. Untuk itu, adanya hilirisasi pasti berkaitan juga dengan padat teknologi untuk meningkatkan produktivitas.

Baca Juga: Realisasi Investasi Sepanjang 2022 Naik 34% Menjadi Rp 1.207 Triliun

"Konsekuensinya adalah pasti tidak banyak atau tidak maksimal dengan karyawan, karena dia padat teknologi, mesin dan segala macam. Ini antara pilihan kita maju padat karya tapi lambat kita maju atau kita memakai teknologi untuk cepat kita maju," ujar Bahlil saat menjawab pertanyaan Kontan, Selasa (24/1).

Bahlil menegaskan, memang investasi bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Hanya saja, Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju jika terus memakai cara investasi dengan gaya lama.

"Yang namanya tambang mana bisa kita pakai padat karya. Kalau bangun gedung oke, bawa truk oke, bawa alat oke, begitu ke industrinya itu sudah remote aja. Jadi untuk hilirisasi ini adalah perpaduan antara tenaga kerja yang tinggi dengan memakai teknologi dan padat karya," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×