kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Investasi Data Center Meningkat, Kadin Ingatkan Tekanan Kebutuhan Air dan Listrik


Jumat, 25 September 2026 / 17:11 WIB
Investasi Data Center Meningkat, Kadin Ingatkan Tekanan Kebutuhan Air dan Listrik
ILUSTRASI. Erwin Aksa (DOK/KADIN)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meningkatnya aksi korporasi dalam membenamkan investasi pada infrastruktur pusat data (data center) menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional. Namun, ekspansi data center juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan air dan listrik yang perlu diperhitungkan sejak awal.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai investasi data center memiliki nilai strategis seiring meningkatnya kebutuhan terhadap cloud computing, kecerdasan buatan (AI), e-commerce, layanan keuangan digital, serta penyimpanan dan pengolahan data.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, mengatakan Indonesia memiliki peluang menjadi lokasi penting dalam jaringan infrastruktur digital regional. Posisi geografis, jumlah penduduk yang besar, serta pertumbuhan ekonomi digital menjadi sejumlah faktor pendukung.

Baca Juga: Gibran Minta Utang Cicilan Warga Terdampak Banjir Solok Direstrukturisasi

Hanya saja, Erwin mengingatkan, dampak investasi data center tidak seharusnya hanya diukur dari nilai pembangunan atau kapasitas listrik yang digunakan. Investasi tersebut juga perlu mendorong konektivitas digital, investasi lanjutan, pengembangan cloud dan AI, hingga peningkatan produktivitas industri dalam negeri.

“Indonesia jangan hanya menjadi tempat berdirinya fasilitas penyimpanan data, tetapi juga menjadi lokasi pengembangan layanan digital, pusat riset, pengolahan data, kecerdasan buatan, dan industri teknologi bernilai tambah tinggi,” kata Erwin saat dihubungi Kontan, Jumat (25/9/2026).

Di sisi lain, Kadin melihat kebutuhan air sebagai salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam ekspansi data center. 

Fasilitas tersebut membutuhkan sistem pendingin yang beroperasi secara terus-menerus, dengan kebutuhan air yang bergantung pada teknologi, kapasitas, kondisi iklim, dan sistem pendingin yang digunakan.

Untuk proyek data center di kawasan Jatiluhur, Kadin menilai ketersediaan air perlu dikaji dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, industri, irigasi, perikanan, hingga kelestarian ekosistem.

Investasi baru juga dinilai tidak boleh mengurangi kepastian pasokan air untuk kebutuhan dasar dan pertanian. Karena itu, diperlukan kajian neraca air sebelum fasilitas beroperasi penuh, termasuk dengan memperhitungkan kondisi musim kemarau, potensi kekeringan, dan perubahan iklim.

“Karena itu, sebelum proyek berjalan penuh, perlu ada kajian neraca air yang transparan dan berbasis data, termasuk proyeksi kebutuhan pada musim kemarau, skenario kekeringan, serta dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Selain air, kebutuhan listrik menjadi tantangan lain karena data center beroperasi selama 24 jam dengan tuntutan pasokan yang stabil dan tingkat keandalan tinggi. Pertumbuhan fasilitas tersebut perlu diikuti kesiapan pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, serta sistem cadangan.

Kadin juga mendorong agar kebutuhan listrik dari sejumlah proyek data center yang berada dalam satu kawasan dihitung secara kumulatif. 

Pengembangan tersebut perlu diselaraskan dengan rencana sistem kelistrikan nasional dan daerah agar tidak mengganggu keandalan pasokan bagi pengguna listrik lainnya.

Erwin juga mendorong peningkatan penggunaan energi yang lebih bersih. Menurutnya, jika kebutuhan listrik data center masih bergantung pada energi fosil, jejak karbon dari pertumbuhan ekonomi digital akan tetap tinggi.

Karena itu, pengembangan data center perlu diarahkan sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, termasuk melalui penggunaan energi terbarukan, peningkatan efisiensi air dan energi, penguatan rantai pasok domestik, serta pengembangan talenta digital.

Dengan pendekatan tersebut, investasi data center tidak hanya meningkatkan kapasitas infrastruktur digital, tetapi juga dapat mendorong pengembangan industri teknologi, riset, dan layanan digital bernilai tambah di dalam negeri.

Baca Juga: Bentuk Ditjen Pesantren Hingga Badan Pengelola Magrove, FITRA Ingatkan Beban APBN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×