kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Ini tindaklanjut Kemenhub atas hasil investigasi kecelakaan Lion Air oleh KNKT


Jumat, 01 November 2019 / 12:39 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dalam konferensi pers tentang sikap Kemenhub atas hasil investigasi KNKT, Jumat (1/11).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyampaikan hasil akhir investigasinya atas kecelakaan Lion Air JT-610 pada Jumat (25/10). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan tindaklanjut berdasarkan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan KNKT.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, Kemenhub akan melakukan pengawasan terhadap tindakan perbaikan yang dilakukan oleh Lion Air. 

“Evaluasi dan pengawasan terhadap tindakan perbaikan yang dilakukan oleh Lion Air terhadap tiga rekomendasi KNKT menggunakan petunjuk teknis pengawasan yang tersedia,” ujar Polana, Jumat (1/11).

Baca Juga: Boeing akui kesalahan atas kecelakan Lion Air dan Ethiopioan Airlines

Nantinya, evaluasi tersebut ditekankan pada waktu pengkinian dan sinkronisasi antar manual di Lion Air, cakupan training dan jngka waktu pelatihan Safety Management System (SMS) sesuai dengan tingkatan masing-masing personil di operator, dan hazard report yang disampaikan harus dapat diakses langsing oleh pejabat yang bertanggungjawab.

Polana juga mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap SOP di Lion Air dengan melakukan kegiatan surveillance pada area training dan kegiatan operasional di lingkup airworthiness dan flight operations.

“Hal tersebut akan dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan atau sampai Januari 2020 dengan pertimbangan waktu yang diperlukan bagi Lion Air untuk menyiapkan atau memperbaiki sistem yang ada,” terang Polana.

Baca Juga: Kemenhub akan tindaklanjuti rekomendasi KNKT tentang kecelakaan Lion JT610

Polana juga bilang, Kemenhub tengah mengkaji perlunya sesi training simulator bagi pilot yang akan menerbangkan B737-8 Max bila nanti sudah diizinkan beroperasi kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×