kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ini proyeksi inflasi 2013 dari Bank Danamon


Kamis, 29 November 2012 / 19:40 WIB
ILUSTRASI. Mengenal Neptunus, planet yang paling dingin di Tata Surya


Reporter: Mona Tobing | Editor: Asnil Amri

YOGYAKARTA. PT Bank Danamon Tbk memperdiksi, tahun 2013 inflasi berpeluang naik 6,2% atau naik dari proyeksi inflasi tahun ini. Salah satu penyebabnya, karena adanya implementasi kebijakan pemerintah yang siap-siap menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Hal ini disampaikan oleh Anton Gunawan, Chief Economist Bank Danamon di Yogyakarta, Kamis (29/11). Ia mengatakan, ada empat faktor yang mendorong inflasi naik pada tahun depan. Berikut analisis dari Anton;

Pertama, harga pangan naik karena masa panen raya petani mundur karena faktor cuaca.

Kedua, rencana pemerintah menaikan TDL dan menyumbang inflasi sekitar 0,2%-0,3%.

Ketiga, kenaikan harga BBM diperkirakan mencapai 10%, yang bisa menyumbang nilai inflasi sebesar 0,7%.

Empat, kenaikan harga upah minimum provinsi (UMP). "Kenaikan UMP mampu mendorong kenaikan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi," terang Anton dalam acara Indonesia Economic Outlook 2013.

Ia memperkirakan, inflasi yang menyentuh angka 6,2% itu akan membuat Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga (BI Rate). Anton memprediksi, tahun depan BI berpeluang menaikan BI rate 25 basis point menjadi 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×