kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ini proyeksi inflasi 2013 dari Bank Danamon


Kamis, 29 November 2012 / 19:40 WIB
Ini proyeksi inflasi 2013 dari Bank Danamon
ILUSTRASI. Mengenal Neptunus, planet yang paling dingin di Tata Surya


Reporter: Mona Tobing | Editor: Asnil Amri

YOGYAKARTA. PT Bank Danamon Tbk memperdiksi, tahun 2013 inflasi berpeluang naik 6,2% atau naik dari proyeksi inflasi tahun ini. Salah satu penyebabnya, karena adanya implementasi kebijakan pemerintah yang siap-siap menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

Hal ini disampaikan oleh Anton Gunawan, Chief Economist Bank Danamon di Yogyakarta, Kamis (29/11). Ia mengatakan, ada empat faktor yang mendorong inflasi naik pada tahun depan. Berikut analisis dari Anton;

Pertama, harga pangan naik karena masa panen raya petani mundur karena faktor cuaca.

Kedua, rencana pemerintah menaikan TDL dan menyumbang inflasi sekitar 0,2%-0,3%.

Ketiga, kenaikan harga BBM diperkirakan mencapai 10%, yang bisa menyumbang nilai inflasi sebesar 0,7%.

Empat, kenaikan harga upah minimum provinsi (UMP). "Kenaikan UMP mampu mendorong kenaikan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi," terang Anton dalam acara Indonesia Economic Outlook 2013.

Ia memperkirakan, inflasi yang menyentuh angka 6,2% itu akan membuat Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga (BI Rate). Anton memprediksi, tahun depan BI berpeluang menaikan BI rate 25 basis point menjadi 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×