kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini harapan pelaku usaha soal perkembangan perjanjian dagang


Selasa, 31 Agustus 2021 / 22:00 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) ikut menghambat proses perundingan dalam rencana perjanjian dagang. Pelaku usaha mengapresiasi upaya pemerintah untuk tetap mendorong penyelesaian sejumlah perjanjian dagang.

Diharapkan perjanjian dagang yang dapat mendorong kepentingan perdagangan dan investasi dapat diselesaikan.

"Kami sangat berharap kita terus mengupayakan berbagai cara agar progres perundingan yang strategis untuk perluasan kepentingan dagang dan investasi Indonesia seperti EU cepa bisa diselesaikan," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Kontan.co.id,  Selasa (31/8).

Sebelumnya Kementerian Perdagangan menyebut perundingan Kerja Sama Ekonomi Komperhensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) telah mencapai progres yang signifikan. Meski begitu, perjanjian tersebut tak termasuk pada perjanjian yang dapat rampung tahun ini.

Baca Juga: Pemerintah targetkan bisa merampungkan 2 perjanjian dagang pada tahun ini

Pemerintah mendorong dua perjanjian yang dapat selesai tahun ini. Antara lain Indonesia-Tunisia Preferential Tread Agreement (PTA) dam Indonesia Bangladesh PTA.

Kedua perjanjian akan memberikan akses lebih bega produk Indonesia. Namun, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menyebut Bangladesh lebih memiliki potensi.

"Karena pertama dekat jaraknya dan ada produk-produk yang komplementer," ungkap Benny.

Sebagai informasi, pada periode Januari - Agustus 2021, Indonesia mengalami surplus neraca dagang sebesar US$ 14,42 miliar. Hal itu terdiri dari ekspor sebesar US$ 120,57 miliar dan impor US$ 106,15 miliar.

Selanjutnya: Resmikan Bendungan Kuningan, Jokowi yakin bisa tingkatkan produksi pertanian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×