kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ingin ekonomi digital tumbuh baik, pemerintah bakal buat regulasi tidak mengekang


Selasa, 15 Desember 2020 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Ekonomi Digital


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ingin tumbuhkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, Pemerintah bakal buat regulasi yang tidak mengekang.

Masa pendemi virus corona yang melanda tanah air memaksa semua orang untuk merubah gaya hidup.

Baca Juga: Transaksi pembayaran digital LinkAja di Grab dan GoJek naik di tengah new normal

Yang paling terasa masyarakat mulai familiar dengan transaksi online untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah mengatakan masyarakat mulai bertransformasi ke digital di masa pandemi corona. 

"Menurut survei 93% masyarakat akan tetap menggunakan digital untuk melakukan kegiatannya setelah masa pandemi virus corona," kata Rudy dalam acara Indonesia Digital Conferance 2020, Selasa (15/12). 

Nilai tersebut menjadi peluang yang besar untuk mengembangkan ekonomi digital di tanah air. 

Rudy menambahkan bila Pemerintah mendukung ekonomi digital tanah air dengan membuat regulasi yang tidak mengekang. Dengan harapan, akan terciptanya ekosistem yang sehat.

"Kalau terlalu ketat dengan regulasi akan menyebabkan pertumbuhannya tidak berjalan dengan baik," katanya.  

Namun, Rudy mengakui bila mengembangkan ekonomi digital di tanah air tidak mudah. Pemerintah dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti literasi digital yang belum merata dan terbatasny infrastruktur. 

Baca Juga: Uang elektronik bidik transaksi pembayaran digital di e-commerce dan ride hailing

Selanjutnya: Transaksi layanan API Bank BRI telah mencapai Rp 40 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×