kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Indonesia Percaya Diri Miliki Peluang Bagus Soal Gugatan Diskriminasi Sawit di WTO


Jumat, 14 Oktober 2022 / 18:55 WIB
ILUSTRASI. Indonesia memiliki peluang bagus dalam pengajuan gugatan diskriminasi sawit terhadap Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemdag) optimistis Indonesia memiliki peluang bagus dalam pengajuan gugatan diskriminasi sawit terhadap Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Direktur Keamanan Perdagangan Kemendag, Natan Kambuno mengatakan, saat ini pemerintah tengah menunggu interim report dari gugatan yang dilayangkan di WTO.

"Kita masih menunggu keluarnya interim report sekitar November 2022. Peluang Indonesia cukup bagus di kasus ini," kata Natan kepada Kontan.co.id, Jumat (14/10).

Baca Juga: Begini Penjelasan Kemendag Soal Sengketa Ekspor Nikel di WTO

Ia menyebut, terdapat sejumlah point yang membuat Indonesia kuat dalam kasus tersebut. Sayangnya Natan belum dapat menyampaikan secara publik, lantaran saat ini proses penyelesaian masalah sengketa sedang berlangsung.

Sebagai informasi, Indonesia sebelumnya menggugat Uni Eropa (UE) terkait diskriminasi sawit melalui aturan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation Uni Eropa pada 2017. Gugatan ini telah terdaftar di WTO dengan nomor kasus DS 593.

Dimana dalam RED II, Uni Eropa menetapkan kelapa sawit sebagai tanaman berisiko tinggi (high risk) terhadap deforestasi. Untuk itu, Uni Eropa akan membatasi dan secara bertahap bakal menghapuskan penggunaan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk biodiesel.

Baca Juga: WTO Merevisi Penurunan Perkiraan Perdagangan Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×