kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Indonesia kembali kedatangan 6 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac


Jumat, 27 Agustus 2021 / 23:38 WIB
Indonesia kembali kedatangan 6 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac
ILUSTRASI. Petugas menyiapkan vaksin Covid-19 jenis Astrazeneca Batch 516 di Kampung Tangguh jaya, Kelurahan Kramat, Jakarta


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Kembali kedatangan vaksin dari AstraZeneca sebanyak 1,08 juta dosis. Selain AstraZeneca, hari ini Indonesia juga kedatangan vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 5 juta dosis.

Total hari ini Indonesia menerima 6 juta dosis vaksin dari keduanya. Kedua vaksin tersebut didapatkan dari jalur bilateral atau skema pembelian langsung.

"Dengan hadirnya kedua vaksin tersebut, berarti Indonesia sudah kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 208,7 juta dosis," ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam siaran pers, Jumat (27/8).

Bambang memaparkan, vaksin yang telah terdistribusi sebanyak 123.256.044. Dari jumlah tersebut CoronaVac 1 dosis sebanyak 3 juta dosis, vaksin COVID-19 Bio Farma sebanyak 89.366.140 dosis, AstraZeneca sebanyak 15.982.584 dosis, Moderna sebanyak 7.558.810, CoronaVac 2 dosis sebanyak 6.848.644 dosis, dan Sinopharm dari hibah 499.866 dosis.

Adapun total vaksin yang terdistribusi selama 1 sampai 26 Agustus 2021 saja mencapai 36.631.654 dosis. Menurut data Kementerian Kesehatan per 26 Agustus 2021 pukul 17.00 dari 34 Provinsi hanya satu provinsi yang stok vaksinnya di bawah 14 hari.

"Bio Farma senantiasa akan terus mendistribusikan vaksin Covid-19 ke lokasi yang membutuhkan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Studi terbaru: Ini penyebab penyintas Covid-19 bisa terinfeksi corona lagi

Pakar Imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi menambahkan, untuk mengendalikan pandemi, target imunisasi adalah mencapai minimal 70% dari total penduduk untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurutnya, saat ini Indonesia baru mencapai 21%. Negara dengan penduduk lebih kecil dari Indonesia tentu dinilai lebih mudah mendekati angka 70%.

Mengingat jumlah vaksin terbatas maka untuk memutuskan rantai penularan virus, pemerintah daerah diharapkan dapat mendahulukan daerah yang kasus Covid-19 yang paling banyak. Di mana umumnya kasus banyak pada daerah yang lebih padat penduduk dan mobilitas tinggi.

"Dengan cara ini otomatis cakupan imunisasi akan lebih cepat meningkat dibanding vaksin yang ada di distribusi secara merata," ujarnya.

Jane juga mengingatkan bagi masyarakat yang enggan divaksin, perlu diketahui bahwa varian delta jauh lebih cepat menular dan perjalanan penyakit dua kali lebih cepat dan mematikan.

"Sebanyak 99% kasus Covid-19 di Amerika Serikat adalah mereka yang belum diimunisasi, kelompok anti vaksin dan anti masker," tegasnya.

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 per 27 Agustus: Ada penambahan vaksinasi 1.772.575 dosis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Storytelling with Data Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×