kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.027   27,00   0,15%
  • IDX 5.891   -49,72   -0,84%
  • KOMPAS100 780   -5,68   -0,72%
  • LQ45 587   -1,60   -0,27%
  • ISSI 204   -1,65   -0,80%
  • IDX30 333   -0,67   -0,20%
  • IDXHIDIV20 412   -0,25   -0,06%
  • IDX80 88   -0,51   -0,57%
  • IDXV30 113   -0,88   -0,77%
  • IDXQ30 108   -0,36   -0,33%

Indonesia incar kesepakatan dagang US$ 5,4 juta dengan Selandia Baru


Minggu, 18 Maret 2018 / 08:45 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar New Zealand


Reporter: Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Sekitar 40 pengusaha Indonesia pekan ini menggelar pertemuan bisnis dengan para pengusaha Selandia Baru. Tantowi Yahya, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru mengatakan, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bisnis bernilai US$ 5,4 juta.

Kesepakatan dicapai untuk ekspor kopi. Tantowi mengatakan, jumlah kesepakatan bisnis ini kemungkinan besar masih bisa ditingkatkan lagi.

Pasalnya saat ini; menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo ke Selandia Baru, sejumlah pengusaha masih melakukan negoisasi dengan pebisnis Negeri Kiwi. "Seperti margarin, ampas sawit untuk pakan ternak, furniture, kertas, tisu, ban mobil dan alat pertanian," katanya di Wellington, Sabtu (17/3).

Tantowi mengatakan, Jokowi akan berupaya untuk meningkatkan kerja sama dagang dengan Selandia Baru.

Harapannya, peningkatan kerjasama dagang ini bisa membuat neraca dagang kedua negara yang saat ini baru Rp 16 triliun bisa meningkat jadi Rp 40 triliun pada tahun 2024 mendatang. Tantowi mengatakan, Indonesia masih memiliki peluang dagang besar agar hubungan dagang dengan Selandia Baru bisa ditingkatkan.

Masyarakat Selandia Baru punya kebiasaan minum kopi rata-rata empat gelas sehari. Saat ini ekspor kopi Indonesia ke New Zealand rata- rata masih dalam bentuk bijih kopi. "Kalau ekspor komoditas kopi bisa diubah jadi lebih jadi, ini bisa meningkatkan nilai ekspor sampai dua,tiga kali lipat," katanya.

Peluang peningkatan nilai perdagangan juga bisa didapat dari minyak dan pupuk. Indonesia sampai saat ini masih ekspor produk tersebut melalui negara ketiga. "Kalau ini rantai bisa dipotong, ini bisa meningkatkan nilai neraca perdagangan kita," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×