kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   -32.000   -1,16%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Impor turun, neraca dagang Oktober surplus US$ 161 juta


Jumat, 15 November 2019 / 09:50 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (24/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang pada bulan Oktober adalah sebesar US$ 161 juta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca perdagangan pada Oktober 2019 mengalami surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang pada bulan tersebut adalah sebesar US$ 161 juta. 

"Yang perlu dijadikan catatan, surplus bukan karena ekspor naik, tetapi impor yang turun lebih dalam secara year on year," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Secara terperinci, ekspor Indonesia pada Oktober 2019 tercatat sebesar US$ 14,93 miliar atau naik 5,92% (mom). Peningkatan ekspor disebabkan oleh meningkatnya ekspor migas sebesar 11,58%. Namun, bila secara year on year, kinerja ekspor Indonesia turun sebesar 6,13% (yoy).

Baca Juga: Likuiditas Bursa Saham Mendadak Susut premium

Sementara impor pada Oktober 2019 tercatat sebesar US$ 14,77 miliar atau naik 3,57% (mom). Namun, bila dibandingkan secara tahunan, penurunan impor tercatat tajam atau sebesar 16,39% (yoy). 

Untuk selanjutnya, Suhariyanto melihat neraca dagang pada tahun 2019 akan cenderung berbeda jauh dengan posisi neraca dagang 2018. "Kalau surplus, ya surplus kecil. Kalau defisit ya defisit kecil," tambah Suhariyanto. 

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Menunggu Neraca Dagang

Dan Suhariyanto pun berharap agar ke depannya surplus yang tercipta pada neraca dagang bisa disebabkan karena kinerja ekspor yang mengalami peningkatan. Namun, ia mengungkapkan bahwa dengan surplus neraca dagang pada bulan Oktober 2019, ini bisa membantu neraca perdagangan pada akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×