kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

IKK pada September Turun, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Tetap terjaga


Senin, 10 Oktober 2022 / 14:31 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih pakaian yang dijual saat diskon akhir tahun di Mal Ciputra Jakarta, Rabu (29/12/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumen Indonesia nampaknya mulai terpukul salah satunya akibat kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 3 September 2022 lalu.

Hal ini tercermin dalam Survei Keyakinan Konsumen Bank Indonesia periode September 2022 yang dipublikasikan Senin (10/10). Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 117,2, atau lebih rendah dibandingkan 124,7 pada bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir melihat, daya beli masyarakat saat ini masih meningkat. Hal ini tercermin dari inflasi inti pada September 2022 yang sebesar 3,21% secara tahunan alias year on year (YoY).

“Walaupun terjadi peningkatan harga BBM, daya beli masyarakat masih meningkat seiring dengan ditingkatkannya pengeluaran Perlinsos Rp 24,17 triliun,” tutur Iskandar  kepada Kontan.co.id, Senin (10/10).

Baca Juga: Indeks Keyakinan Konsumen Melambat pada Kuartal III, Ini Penyebabnya

Untuk diketahui, pemerintah memberikan anggaran bansos tambahan senilai Rp 24,17 triliun sebagai bantalan menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga BBM. Bantuan tersebut diberikan kepada 40% golongan masyarakat terbawah dengan kategori bantuan langsung tunai (BLT), bantuan subsidi upah (BSU), dan bantuan untuk angkutan umum.

Selain itu, untuk masyarakat kalangan atas, Iskandar optimistis daya beli golongan tersebut masih akan aman, karena menurutnya tabungan yang dimiliki kelompok tersebut masih tinggi, sehingga kenaikan harga BBM tersebut tidak akan terlalu berdampak banyak.

Dengan optimisme tersebut, Iskandar yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III akan tumbuh di kisaran 5,4% sampai dengan 5,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×