kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.953   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.978   94,41   1,60%
  • KOMPAS100 777   13,14   1,72%
  • LQ45 588   9,89   1,71%
  • ISSI 207   3,34   1,64%
  • IDX30 333   5,95   1,82%
  • IDXHIDIV20 409   6,71   1,67%
  • IDX80 88   1,54   1,78%
  • IDXV30 111   2,06   1,90%
  • IDXQ30 107   1,88   1,79%

IHS Markit: Kenaikan kinerja manufaktur tak diiringi peningkatan karyawan baru


Senin, 03 Mei 2021 / 09:42 WIB
ILUSTRASI. Pameran Manufaktur: Suasana Pameran Manufacturing Indonesia 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/12). IHS Markit: Kenaikan kinerja manufaktur tak diiringi peningkatan karyawan baru.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja manufaktur Indonesia kembali berada di rekor tertingginya pada April 2021. IHS Markit mencatat, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada bulan April 2021 sebesar 54,6 atau naik dari 53,2 pada bulan Maret 2021. 

Direktur Ekonomi IHS Markit, Andrew Harker, mengatakan, meningkatnya produksi manufaktur Indonesia pada bulan lalu, seiring dengan adanya ekspansi permintaan baru yang sangat kuat. 

“Yang menggembirakan, total bisnis baru didukung oleh kenaikan pertama pada ekspor sejak pandemi Covid-19 melanda karena permintaan internasional menunjukkan tanda-tanda perbaikan,” ujar Harker dalam laporannya, Senin (3/5). 

Baca Juga: IHSG diramal bergerak fluktuatif, saham-saham ini bisa dilirik

Namun, Harker menyayangkan, pertumbuhan permintaan baru yang menguat ini tidak menggerakkan hati perusahaan untuk menambah karyawan baru. 

Sehingga ke depannya, ia berharap, perusahaan manufaktur mulai menambah jumlah tenaga kerjanya pada bulan mendatang, seiring dengan penumpukan pekerjaan yang terus terakumulasi. 

Ke depan, diperkirakan output akan terus naik dan bahkan sebagian besar pengusaha manufaktur memperkirakan akan ekspansi.

Kepercayaan diri ini berpusat pada harapan bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir pada tahun mendatang dan memungkinkan kenaikan lanjutan pada permintaan baru. 

Selanjutnya: Saham Manufaktur Loyo Meski Industri Menggeliat, Investor Belum Seoptimis Pebisnis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×