kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

IAP: Situ Gintung Kasus Awal, Mungkin Terjadi Lagi


Selasa, 31 Maret 2009 / 16:35 WIB


Reporter: Epung Saepudin

JAKARTA. Tragedi Situ Gintung memberi pelajaran bagi Indonesia. Dhani M. Muttaqin, Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) menilai terjadinya tragedi Situ Gintung karena sekeliling kawasan Situ Gintung banyak berubah fungsi menjadi kawasan perumahan. Padahal lokasi sekelilingnya yang sebelumnya sawah, mestinya dibiarkan dan tidak dirubah peruntukannya.

Dalam konfrensi pers di Hotel Ambhara hari ini, IAP menilai sekarang ini telah terjadi banyak perubahan fungsi dari rencana tata ruang kota yang ada di berbagai daerah. Semua perubahan itu terjadi karena lobi-lobi investor yang mengalahkan kepentingan umum.

IAP menilai di Indonesia ini masih banyak daerah rawan bencana yang ternyata kemudian berubah bentuk menjadi kawasan hunian. "Situ Gintung ini kasus awal, sangat mungkin terjadi lagi," ujarnya kepada KONTAN.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna punya pendapat senada. Menurutnya akibat terjadi penyalahan fungsi tata ruang dan peruntukan, bencana atau lingkungan akan mudah cepat rusak. Ia menilai selama ini terjadi dualisme pengawasan terhadap situ tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×