CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Hipmi: Neraca Perdagangan surplus hanya sementara


Senin, 15 Oktober 2018 / 21:25 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ajib hamdani, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tax Center mengapresiasi neraca dagang yang surplus. Meski begitu, kondisi ini belum menunjukkan perbaikan signifikan ekspor-impor Tanah Air, dan tetap perlu diwaspadai.

"Sifat surplus ini hanya sementara karena sedikit banyak dipengaruhi oleh kebijakan Peraturan Menteri Keuangan yang membatasi sekitar 500 barang impor," jelas Ajib kepada Kontan.co.id, Senin (15/10).

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hari ini, surplus neraca perdagangan US$ 230 juta. Surplus ini ditopang penurunan nilai impor 13,18% dibanding Agustus, tetapi ada penurunan ekspor juga sebesar 6,58%

Menurutnya, pembatasan impor ini merupakan resep jangka pendek. Apabila pemerintah tidak menyiapkan infrastruktur substitusi impor, pembatasan ini memang akan berpengaruh positif tetapi akibatnya, kenaikan harga atau inflasi akan terdorong naik.

Untuk membuat neraca perdaganagn surplus berkelanjutan, Ajib menyarankan pemerintah untuk menstimulus investasi masuk ke dalam negeri yang berorientasi ekspor dan substitusi impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×