kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Ini yang Dilakukan Kemendag


Minggu, 26 Desember 2021 / 14:55 WIB
ILUSTRASI. Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Ini yang Dilakukan Kemendag


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih melakukan penjualan minyak goreng kemasan sederhana dengan harga murah.

Hal itu dilakukan mengingat masih tingginya harga minyak goreng pada saat ini. Penjualan minyak goreng murah dilakukan di toko ritel dengan harga Rp14.000 per liter. per liter.

"Masih (dilakukan), sekarang sedang konsentrasi untuk wilayah timur," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (26/12).

Kenaikan harga minyak goreng tersebut disebabkan oleh naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) dunia. Pada awal Desember harga CPO mencapai rekor Rp12.224 per liter.

Baca Juga: Booming Harga Komoditas Hanya Berdampak Sesaat Pada Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sebelumnya sejumlah komoditas juga telah mengalami kenaikan harga sejak sebelum periode natal dan tahun baru. Direktur Bahan Pokok dan Penting Kemendag Isy Karim bilang komoditas cabai mengalami lonjakan yang signifikan.

"Kenaikan harga cabai terjadi karena di beberapa sentra produksi cabai di Jawa Timur panen raya mulai berakhir sementara terjadi kenaikan permintaan khususnya di daerah Sumatra," terang Isy.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga cabai. Curah hujan esktrem akibat La Nina membuat produktivitas cabai menurun.

Baca Juga: Diproyeksi Meningkat, Sejumlah Bank Besar Siapkan Kebutuhan Uang Tunai Sambut Nataru




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×