kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.051   11,64   0,19%
  • KOMPAS100 791   2,72   0,35%
  • LQ45 601   1,94   0,32%
  • ISSI 210   -0,01   0,00%
  • IDX30 339   0,64   0,19%
  • IDXHIDIV20 423   1,08   0,26%
  • IDX80 90   0,23   0,26%
  • IDXV30 116   0,08   0,07%
  • IDXQ30 109   0,23   0,21%

Gubernur BI: Pasar keuangan sedang radang gara-gara virus corona


Jumat, 28 Februari 2020 / 15:49 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kanan) dan Erwin Rijanyo, menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta,Kamis (20/2/2020). RDG Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bu


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar keuangan Indonesia meradang akibat wabah virus corona yang sudah menyebar ke seluruh dunia. Menurut Bank Indonesia (BI), wabah virus corona telah menggerogoti pasar keuangan dalam negeri.

Tak hanya nilai tukar rupiah, pasar saham dan pasar obligasi pun terseret. Tak ayal modal asing malah lari dari pasar keuangan dalam negeri.

Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambles 4,04% ke level 5.311,96 pada sesi I, Jumat (28/2).

Selain itu, hingga Jumat (28/2) pukul 15.41 WIB, nilai tukar rupiah sudah ambruk 2,05% hingga Rp 14.318 per dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat sebesar Rp 14.234 atau melemah dari hari sebelumnya yang ditutup di level Rp 14.018.

Baca Juga: Semakin sore, rupiah spot kian tertekan menjadi Rp 14.310 per dolar AS

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kondisi tersebut disebabkan oleh para investor global yang memiliki kecenderungan untuk melepas investasi portofolionya di pasar emerging market. Terlebih investor pun tak memprediksi bahwa virus corona telah menyebar luas hingga sedikitnya sudah ada 46 negara yang terinfeksi.

"Ini pun tidak hanya di Indonesia. Tetapi mereka juga cenderung melepas investasi menerpa di Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Singapura," jelas Perry, Jumat (28/2).

Untuk selanjutnya, BI mengaku akan terus memantau pergerakan. BI pun yakin bahwa kondisi ini akan membaik pada pertengahan Maret, dan pada bulan-bulan berikutnya kondisi akan kembali stabil.

Oleh karenanya, BI bersama dengan pemerintah akan memperkuat koordinasi untuk menstabilkan pasar keuangan, stabilitas ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×