kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gobel: Garam dalam negeri cuma untuk konsumsi


Kamis, 06 Agustus 2015 / 16:22 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Polemik masalah perlu dan tidaknya menambah impor garam untuk industri masih bergulir. Perbedaan pendapat antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum mereda.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bilang, masalah ini akan diselesaikan bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti. Yang pasti menurutnya, impor garam untuk industri memang diperlukan karena kebutuhannya tidak mampu tercukupi.

Mengingat, produksi garam dalam negeri saat ini belum memenuhi standar untuk kebutuhan industri. "Garam dalam negeri baru memenuhi standar untuk konsumsi saja," ujar Rachmat, Kamis (6/8) di Istana Negara, Jakarta.

Sementara itu, sebelumnya Susi mengatakan keinginan untuk impor garam tidak menghargai upaya para petani garam dalam negeri. Apalagi, pemerintah memang sudah meningkatkan produksi garam dengan menambah lahan petani garam.

Tetapi, desakan untuk melakukan impor terus bergulir dari para importir. Pelaku industri menilai kuota impor garam industri yang diberikan, yaitu sebanyak 1 juta ton, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×