kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ginanjar Kartasasmita: Gaya Golkar otoriter


Sabtu, 16 Agustus 2014 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Pertandingan Esports Mobile Legends MPL ID S11


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA.  Politisi senior partai Golkar Ginanjar Kartasasmita menyayangkan dengan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Golkar yang asal main pecat para kader.
Ginanjar kemudian menilai partai yang heterogen tidak dikelola dengan baik oleh kepemimpinan saat ini.

"Kenapa justru pada masa reformasi Golkar dikelola dengan cara otoriter? Dengan ancaman dan diintimidasi," kata Ginanjar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8).

Seperti diketahui, beberapa kader muda dipecat oleh DPP Golkar, mereka adalah Poempida Hidayatulloh, Agus Gumiwang Kartasasmita dan Nusron Wahid.
Terakhir, Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono juga bernasib sama dengan ketiga kader muda Golkar itu.

Ginanjar menuturkan, seharusnya para pengurus DPP Golkar mengedepankan dialog bukan main asal pecat saja.

Menurutnya, jika merek yang berbeda pandangan dengn partai berlambang pohon beringin karena mendukung Jokowi-JK harus ditanyakan dengan komunikasi yang baik.
"Harusnya dipanggil kan kenapa mereka dukung Jokowi-JK bukan dukung Prabowo-Hatta," ujarnya.

Ginanjar mengaku juga telah menanyakan sikap Golkar yang mendukung Prabowo-Hatta. "Saya sudah tanyakan kepada Ical kenapa Golkar dukung pasangan yang tidak ada kader Golkarnya. Tapi beliau (Ical) katakan itu keputusannya. Saya sudah ingatkan beliau," tuturnya. (Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×