kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Ganjar: Anggaran Pertahanan 2% dari PDB, Janjikan RI Punya Alat Pertahanan Sakti


Minggu, 07 Januari 2024 / 20:34 WIB
Ganjar: Anggaran Pertahanan 2% dari PDB, Janjikan RI Punya Alat Pertahanan Sakti
Calon presiden Ganjar Pranowo saat debat ketiga capres untuk Pemilu 2024 di Jakarta (7/1/2024).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa anggaran pertahanan Indonesia harus bisa mencapai 1-2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Dengan anggaran tersebut, ganjar berjanji Indonesia bisa mempunya teknologi pertahanan "sakti" seperti rudal hipersonik hingga senjata siber. 

Baca Juga: Anies Singgung Kinerja Kemenhan: Anggarannya Besar, Tapi Sering Kebobolan

"Kita harus pake 5.0 dengan teknologi sakti, dengan rudal hipersonik, senjata siber, sensor kuat dan senjata otonom," kata Ganjar dalam debat capres, Minggu (7/1). 

Menurut Ganjar, sistem pertahanan Indonesia perlu diperkuat di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-China. 

Menurutnya Indonesia perlu melakukan gelar pasukan juga karena Ibu Kota Nusantara (IKN) nantinya akan menjadi pusat gravitasi baru di dunia. 

"Makanya pertahanan ini harus masuk dengan teknologi 5.0," tegas Ganjar lagi. 

Baca Juga: Debat Ketiga Capres, Ganjar Singgung Kemerdekaan Palestina

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat capres ketiga dengan tema Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional dan Geopolitik. Debat dimulai pukul 19.00 dengan sekitar 11 panelis hadir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×