kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Gandeng BP Taskin, Kemenkop Bakal Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi


Minggu, 15 Februari 2026 / 14:57 WIB
Gandeng BP Taskin, Kemenkop Bakal Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi
ILUSTRASI. Kemiskinan Dan Pengangguran-Pengumpul barang bekas memikul karung di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) resmi menjalin sinergi strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan permanen melalui penguatan badan usaha koperasi.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, Selasa (10/2/2026).

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan harus melalui pemberdayaan ekonomi. Salah satu rencana konkretnya adalah mendorong masyarakat kategori miskin masuk ke dalam ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

Baca Juga: Cak Imin Benarkan PKB Dukung Prabowo Menjabat Presiden Dua Periode

Dalam waktu dekat, Kemenkop bersama Kementerian Sosial akan mulai melakukan uji coba untuk mengonversi penerima manfaat bantuan menjadi anggota koperasi.

"Kami di Kemenkop bersama Kementerian Sosial akan segera melakukan uji coba secara bertahap agar penerima manfaat dari program Kemensos didorong menjadi anggota koperasi. Ini menjadi salah satu contoh bagian dari kegiatan yang bisa diendorse oleh BP Taskin," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Ferry menjelaskan, sinergi dengan BP Taskin akan memperkuat basis data penerima manfaat sehingga program yang diluncurkan lebih tepat sasaran. Data kemiskinan dan profil masyarakat di desa akan disempurnakan secara simultan guna menentukan perlakuan (treatment) yang tepat dalam operasionalisasi koperasi.

Selain itu, Kemenkop akan membangun koperasi berbasis komunitas di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Untuk memastikan keberlanjutan, Kemenkop menyiapkan pendampingan manajemen serta akses permodalan bagi koperasi yang dibentuk tersebut.

Ferry optimistis, dengan dukungan BP Taskin, target percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di desa maupun di kota dapat tercapai. Ia menekankan bahwa koperasi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang mampu mengangkat masyarakat dari jerat kemiskinan secara permanen melalui nilai kebersamaan dan gotong royong.

Sementara itu, Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko menyambut baik kerja sama ini dan menyebut koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan yang bisa menghapus kemiskinan ekstrem.

Baca Juga: BP Taskin Siapkan Strategi Cegah Kemiskinan Baru Pascabanjir di Sumatera

BP Taskin tidak hanya menyediakan data penduduk miskin, tetapi juga akan terlibat dalam monitoring dan evaluasi program uji coba yang akan dijalankan di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu dekat.

Selanjutnya: 301 Wilayah Kerja Migas Mangkrak, Kementerian ESDM Bakal Cabut Izin Pengelolaan

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×