CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

G-20 akan cegah perang tarif pajak


Selasa, 26 Juli 2016 / 19:36 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Negara-negara yang tergabung ke dalam G-20 akan mendorong kebijakan pajak yang lebih transparan dan berkeadilan di Internasional. Terutama untuk menghadapi kebijakan bebas pajak di berbagai negara yang sering bertentangan.

Terutama antara negara besar dan negara kecil berdasarkan tingkat Gross Domestik Bruto (GDP). Kebijakan perpajakan negara besar biasanya lebih mendorong tarif pajak yang tinggi.

Sebab, mereka masih tergantung pada penerimaan negara dari sisi perpajakan. Sebaliknya, bagi negara kecil akan memilih menurunkan tarif pajaknya untuk menarik investasi.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan, Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) Kementerian Keuangan, Syurkani mengatakan, kondisi tersebut selama ini menyebabkan terjadinya perang tarif pajak. Meskipun demikian, menurutnya negara-negara G-20 tidak ingin membatasi kebijakan fiskal dari setiap negara.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan negara-negara G-20 di Chengdu, China pekan lalu. "Inisiatif ini akan diajukan agar tercipta sistem pajak internasional yang lebih fair," kata Syurkani, Selasa (26/7) di Jakarta.

Syukarni juga bilang, selama ini ada negara-negara yang memanfaatkan celah sistem perpajakan internasional dengan mencari keuntungan. Sehingga, sebuah negara kecil atau sebuah wilayah administratif memiliki jumlah dana yang melebihi negara besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×