Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyoroti besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk pengadaan alat pengendali massa.
Sepanjang 2021 hingga 2025, nilai anggaran tersebut tercatat mencapai Rp 2,6 triliun.
FITRA menilai kebijakan ini bertolak belakang dengan semangat demokrasi. Pasalnya, instrumen seperti peluru karet, tongkat baton, amunisi huru-hara, hingga drone pelontar gas air mata justru digunakan aparat dalam aksi demonstrasi, yang kerap berujung tindak represif terhadap masyarakat.
Baca Juga: 11 Mata Uang Negara ASEAN Lengkap dari Indonesia, Vietnam, hingga Timor Leste
Peneliti Seknas FITRA, Gurnadi Ridwan mengatakan bahwa jika negara masih mengalokasikan anggaran untuk alat represif tanpa evaluasi menyeluruh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan warga, tetapi juga kualitas hukum dan demokrasi.
"Terbukti, penggunaan alat represif berulang kali menimbulkan korban, bahkan di beberapa kasus dapat menghilangkan nyawa," ujar Gurnadi dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
FITRA mencatat, meskipun pemerintah sempat menurunkan anggaran pembelian gas air mata pasca tragedi Kanjuruhan pada 2022, namun belanja untuk tongkat baton justru meningkat tajam.
Total anggaran tongkat baton selama periode 2021–2025 mencapai Rp 1 triliun. Selain itu, Polri juga menganggarkan Rp 18,9 miliar untuk pembelian drone pelontar gas air mata dan Rp 49,9 miliar untuk peluru karet pada 2022.
Baca Juga: PLN Setor Rp 65,59 Triliun kepada Negara Sepanjang 2024
"Anggaran negara harus mengayomi rakyat, bukan menakuti apa lagi membungkam suara rakyat. Demokrasi tidak bisa tumbuh dalam suasana ketakutan," katanya.
FITRA pun mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh atas penggunaan instrumen represif dalam demonstrasi, mengalihkan belanja represif menjadi belanja pelayanan publik, serta menuntut negara dan Polri meminta maaf atas tindakan represif yang memakan korban jiwa.
Selanjutnya: Harga Gas Alam dan Batubara Tertekan Oversupply, Cek Prospeknya Hingga Akhir Tahun
Menarik Dibaca: QRIS Livin by Mandiri Dapat Digunakan di Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News