kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.121   34,00   0,19%
  • IDX 6.019   95,03   1,60%
  • KOMPAS100 785   14,48   1,88%
  • LQ45 600   11,00   1,87%
  • ISSI 207   2,89   1,42%
  • IDX30 340   6,09   1,83%
  • IDXHIDIV20 421   8,11   1,96%
  • IDX80 90   1,70   1,93%
  • IDXV30 114   1,62   1,45%
  • IDXQ30 109   1,64   1,52%

Faisal Basri: Idealnya harga BBM naik September


Minggu, 07 September 2014 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. American Murder: The Family Next Door, dokumenter true crime atau kisah nyata tentang pembunuhan keluarga di Netflix.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan September ini. Pasalnya jika tidak dinaikan, maka mau tidak mau presiden terpilih Joko Widodo harus menaikan harga BBM diawal pemerintahannya. 

"Idealnya dinaikan September, itu juga kalau Pak SBY naik, kalau naik Rp 1.800 maka akan menghemat Rp 55 triliun, kalau tidak dilakukan maka bulan November maka harus menaikan Rp 3.000," kata Faisal di Jakarta, Minggu (7/9).

Dia menjelaskan, pengurangan subsidi BBM merupakan keharusan jika pemerintah ingin memiliki dana untuk pembangunan infrastruktur. Menurut dia,  subsidi BBM adalah kanker ganas yang terus menggerogoti APBN.

Faisal menyebut, meski subsidi BBM dihapus sampai 0 persen, APBN akan tetap defisit. Oleh karena itu dia opsi yang harus dilakukan pemerintah adalah cukup mengurangi subsidi bbm. 

"Defisit US$ 27 miliar, kalau mencabut subsidi BBM dihapus sampai 0 persen defisit kita masih US$ 13 miliar," ujarnya. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×