kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Faisal Basri: Idealnya harga BBM naik September


Minggu, 07 September 2014 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. American Murder: The Family Next Door, dokumenter true crime atau kisah nyata tentang pembunuhan keluarga di Netflix.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan September ini. Pasalnya jika tidak dinaikan, maka mau tidak mau presiden terpilih Joko Widodo harus menaikan harga BBM diawal pemerintahannya. 

"Idealnya dinaikan September, itu juga kalau Pak SBY naik, kalau naik Rp 1.800 maka akan menghemat Rp 55 triliun, kalau tidak dilakukan maka bulan November maka harus menaikan Rp 3.000," kata Faisal di Jakarta, Minggu (7/9).

Dia menjelaskan, pengurangan subsidi BBM merupakan keharusan jika pemerintah ingin memiliki dana untuk pembangunan infrastruktur. Menurut dia,  subsidi BBM adalah kanker ganas yang terus menggerogoti APBN.

Faisal menyebut, meski subsidi BBM dihapus sampai 0 persen, APBN akan tetap defisit. Oleh karena itu dia opsi yang harus dilakukan pemerintah adalah cukup mengurangi subsidi bbm. 

"Defisit US$ 27 miliar, kalau mencabut subsidi BBM dihapus sampai 0 persen defisit kita masih US$ 13 miliar," ujarnya. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×